Konsep Otomatis Konsep Otomatis

Santunan Sosial Ramadan: Ikhtiar Pesantren Darunnajah 2 Cipining Merawat Tradisi Berbagi

Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti Aula Kampus 3 Putra Pesantren Darunnajah 2 Cipining pada Sabtu, 7 Maret 2026, yang bertepatan dengan 17 Ramadan 1447 Hijriah. Pesantren kembali menggelar agenda rutin tahunan Santunan Sosial (SAS) dan buka puasa bersama (ifthar shaimin). Dalam kegiatan ini kaum yatim dan dhuafa disorot serta dimuliakan bagaikan tamu agung yang menjadi pusat perhatian utama seluruh penghuni pesantren. 

Santunan Sosial Ramadan: Ikhtiar Pesantren Darunnajah 2 Cipining Merawat Tradisi Berbagi

Acara yang sepenuhnya dikelola oleh panitia santri kelas 5 Tarbiyatul Muallimin wal Muallimat Al-Islamiyyah (TMI) ini menjadi sarana penting bagi lembaga untuk menjemput keberkahan. Kehadiran dan doa dari para anak yatim serta kaum dhuafa diyakini menjadi salah satu pilar utama yang membuat pesantren terus berkembang dan berkah dalam menjalankan misi pendidikannya. 

Dalam acara tersebut, Ustadz M. Fariz Khaerul Fazri, Lc, M.S.I menyampaikan tausiyah yang mengupas mendalam esensi dari konsistensi ibadah sosial ini. Beliau mengaitkan keberlangsungan agenda SAS yang selalu berjalan rutin setiap tahun karena nilai kebaikannya yang besar, sebagaimana firman Allah dalam Surah Ar-Ra’d ayat 17: 

فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً ۖ وَأَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الْأَرْضِ

Artinya: “…Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi apa yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia akan tetap tinggal di bumi.”

Santunan Sosial Ramadan: Ikhtiar Pesantren Darunnajah 2 Cipining Merawat Tradisi Berbagi

Ustadz Fariz menjelaskan bahwa perumpamaan dalam ayat ini sangat relevan dengan konsistensi agenda SAS. Segala hal yang tidak bermanfaat akan hilang ibarat buih yang surut. Sebaliknya, karena kegiatan santunan sosial ini membawa manfaat nyata dan kebaikan bagi masyarakat, maka atas izin Allah agenda ini dapat terus bertahan, berjalan rutin dari tahun ke tahun, serta senantisetiasa mengalirkan keberkahan yang menghidupkan pesantren. 

Sebanyak seribu paket sembilan bahan pokok (sembako) dan bingkisan dibagikan langsung kepada para penerima manfaat yang hadir. Para santri kelas 5 yang bertindak sebagai panitia sukses mengelola seluruh rangkaian acara berskala besar ini hingga mencapai target yang telah direncanakan. 

Acara ini turut diikuti oleh jajaran guru, karyawan pesantren, serta dihadiri oleh Camat Cigudeg, Ade Zulfahmi, M.Si. Kegiatan berjalan dengan lancar dan ditutup dengan doa bersama serta ramah tamah setelah azan magrib berkumandang.