Santriwati yang Berprestasi sebagai Atlet Tingkat Nasional — Fisik Prima dalam Kerangka Syar’i
Seorang atlet perempuan Muslim yang bertanding dengan pakaian yang menutup aurat membuktikan bahwa prestasi tidak menuntut pengorbanan prinsip. Ia bersaing dengan atlet lain dan meraih prestasi tanpa harus mengubah cara berpakaiannya. Kemampuannya berbicara sendiri, tidak tertutupi oleh pakaian yang ia kenakan.
Bagi orang tua dengan anak perempuan yang aktif dan berbakat olahraga, kekhawatiran yang sering muncul adalah bahwa jalur olahraga menuntut pengorbanan prinsip berpakaian. Asumsi yang sering muncul adalah bahwa anak perempuan yang ingin berprestasi di olahraga harus memilih antara prestasi dan menjaga aurat.
Pesantren olahraga santriwati dan jaringan pesantren modern Indonesia yang serius mendukung pengembangan fisik sudah mencatat sejumlah santriwati yang berprestasi di berbagai cabang olahraga. Pola yang terlihat menunjukkan bahwa dengan pemilihan cabang yang tepat dan dukungan yang memadai, prestasi bisa diraih tanpa kompromi prinsip.
Detail Kecil yang Sangat Menentukan
Bila diperhatikan lebih dalam, kemungkinan santriwati berprestasi di olahraga sangat bergantung pada beberapa detail yang sering luput dari perhatian.
Detail pertama adalah pemilihan cabang olahraga. Tidak semua cabang olahraga mudah dijalani dengan pakaian yang menutup aurat. Beberapa cabang memiliki aturan pakaian yang ketat dan sulit disesuaikan. Beberapa cabang lain justru sangat sesuai.
Cabang yang relatif mudah disesuaikan meliputi panahan, pencak silat, bulu tangkis, tenis meja, catur, menembak, dan beberapa cabang lain. Pada cabang-cabang ini, pakaian yang menutup aurat tidak menghambat gerakan dan tidak melanggar aturan pertandingan.
Detail kedua adalah ketersediaan pakaian olahraga yang sesuai. Pakaian olahraga yang menutup aurat namun tetap nyaman dan tidak menghambat gerakan sudah tersedia. Bahan yang menyerap keringat, potongan yang longgar namun tidak mengganggu, dan penutup kepala yang aman untuk berolahraga.
Perkembangan ini penting karena dulu banyak atlet perempuan Muslim yang terhambat karena tidak ada pakaian yang sesuai. Kini persoalan ini sebagian besar sudah teratasi.
Detail ketiga adalah aturan kompetisi. Beberapa kompetisi mengizinkan pakaian yang menutup aurat, beberapa tidak. Memahami aturan sejak awal penting untuk memilih kompetisi mana yang bisa diikuti.
Kabar baiknya, semakin banyak federasi olahraga internasional yang mengizinkan penutup kepala dalam pertandingan. Perubahan ini membuka jalan bagi banyak atlet perempuan Muslim.
Detail keempat adalah ketersediaan pelatih perempuan. Untuk beberapa cabang, pelatihan yang intensif dengan pelatih laki-laki bisa menjadi persoalan. Ketersediaan pelatih perempuan yang kompeten menjadi penting.
Detail kelima adalah tempat latihan yang terjaga. Berlatih di tempat yang tidak tercampur dengan laki-laki memungkinkan santriwati berlatih dengan lebih leluasa.
Detail keenam adalah dukungan pesantren. Pesantren yang serius mendukung akan menyediakan fasilitas, memberi keringanan jadwal untuk latihan, dan mendukung keikutsertaan dalam kompetisi.
Detail-detail ini terlihat kecil namun sesungguhnya sangat menentukan apakah seorang santriwati bisa mengembangkan bakat olahraganya atau tidak.
Cabang yang Banyak Ditekuni
Cabang pencak silat menjadi yang paling sesuai dan paling banyak ditekuni. Sebagai bela diri asli Indonesia, pencak silat memiliki pakaian yang sudah menutup aurat. Gerakannya tidak menuntut pakaian yang ketat. Banyak santriwati yang berprestasi di cabang ini sampai tingkat nasional.
Cabang panahan menjadi yang sangat dianjurkan karena disebutkan dalam anjuran Nabi. Panahan tidak menuntut gerakan yang terhalang oleh pakaian longgar. Konsentrasi dan ketenangan yang dibutuhkan sangat sesuai dengan karakter yang dilatih di pesantren.
Cabang bulu tangkis menjadi populer karena bisa dimainkan di dalam ruangan dengan pakaian yang sesuai. Indonesia memiliki tradisi kuat di cabang ini.
Cabang tenis meja juga sesuai karena tidak menuntut gerakan yang terhalang pakaian.
Cabang atletik untuk nomor tertentu bisa dijalani dengan pakaian yang sesuai. Lari jarak jauh atau jalan cepat bisa dilakukan dengan pakaian yang menutup aurat.
Cabang catur menjadi pilihan bagi yang lebih tertarik pada olahraga pikiran. Catur menuntut konsentrasi dan penalaran yang mendalam.
Cabang menembak menuntut ketenangan dan konsentrasi yang sangat tinggi. Pakaian tidak menjadi persoalan.
Cabang renang bisa dilakukan di kolam khusus perempuan dengan pakaian renang yang menutup aurat. Beberapa pesantren memiliki fasilitas seperti ini.
Manfaat Melampaui Prestasi
Manfaat pertama adalah kebugaran fisik. Ini menjadi manfaat yang paling langsung. Perempuan yang bugar memiliki kesehatan yang lebih baik, energi yang lebih besar, dan ketahanan yang lebih kuat.
Kebugaran ini sangat penting mengingat perempuan akan menghadapi tuntutan fisik yang berat dalam kehidupannya, termasuk kehamilan dan melahirkan bila kelak menikah.
Manfaat kedua adalah kepercayaan diri. Perempuan yang menguasai kemampuan fisik memiliki keyakinan diri yang berbeda. Ia tidak merasa lemah dan tidak berdaya.
Manfaat ketiga adalah kemampuan melindungi diri. Santriwati yang menguasai bela diri memiliki kemampuan melindungi diri bila menghadapi ancaman. Ini memberi rasa aman yang penting.
Manfaat keempat adalah kedisiplinan. Latihan olahraga menuntut kedisiplinan yang tinggi. Karakter ini terbawa ke berbagai aspek hidup lain.
Manfaat kelima adalah sportivitas. Berkompetisi mengajarkan menerima kekalahan dengan lapang dada dan menerima kemenangan dengan rendah hati.
Manfaat keenam adalah menjadi teladan. Santriwati yang berprestasi menunjukkan kepada banyak perempuan Muslim lain bahwa prestasi mungkin tanpa mengorbankan prinsip.
Manfaat ketujuh adalah membuka jalan bagi generasi berikutnya. Setiap atlet perempuan Muslim yang berhasil membuka jalan bagi yang datang setelahnya.
Bagi orang tua dengan anak perempuan yang aktif dan berbakat olahraga, jenjang pesantren modern dengan dukungan olahraga yang memadai memungkinkan bakat berkembang tanpa mengorbankan prinsip. Yang dibutuhkan adalah pemilihan cabang yang tepat dan dukungan yang serius.
Prestasi olahraga bagi santriwati seperti yang dibahas di sini memang menuntut pemilihan cabang yang tepat dan dukungan yang memadai. Yang efektif adalah kombinasi bakat, latihan yang serius, dan lingkungan yang mendukung tanpa memaksa kompromi prinsip. Pesantren Darunnajah 2 Cipining berusaha menyediakan fasilitas olahraga bagi anak yang dititipkan di sana. Tentu setiap keluarga juga punya cara sendiri untuk mengembangkan bakat olahraga anak.
Bila Ingin Berbincang Lebih Jauh
Bila Bapak atau Ibu ingin berbincang lebih jauh, bisa langsung menghubungi WhatsApp di wa.me/62812111180. Pertanyaan apapun akan dijawab dengan tenang dari pengalaman keseharian, bukan dari brosur. Kunjungan langsung juga terbuka setiap hari tanpa perlu janji terlebih dahulu, dan biasanya pengamatan sendiri memberi gambaran yang lebih utuh dari apa yang bisa dijelaskan dalam tulisan.