Oleh: Ella Hulasoh

Asrama putri Darunnajah, 15 mei 2009, pukul 16.00 WIB. Tiga pengurus Bapusta OSDC putri asrama (Iis Aprianti, Ade Ramandita dan Juniarti Harahap) dibantu juga oleh pembimbing Bapusta, Ustadzah Ela Hulasoh, begitu kewalahan. Betapa tidak, sore itu mereka menghadapi tumpukan buku-buku pelajaran santri kelas akhir yaitu kelas IXB MTs dan kelas XIIB MA yang belum selesai didata dan packing, karena terus saja mereka berdatangan untuk mewakafkan buku-buku paketnya.

Wakaf ini merupakan kebijakan perdana yang diharapakan dapat membantu adik-adik kelasnya, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan dana di awal tahun, karena biasanya santri harus mengalokasikan dana ratusan ribu setiap tahunnya. Namun kekhawatiran itu terpecahkkan dengan wakaf ini.

Rencananya kegiatan wakaf tahunan ini yang dilakukan oleh santri-santri kelas akhir akan tetap dilakukan dalam setiap tahunnya, mengingat bermanfaatnya kegiatan tersebut bagi orang lain. Reaksi bahagiapun ditunjukkan oleh santri kelas XIB MA putri, yang spontan nyeletuk “Asiiiiik tahun ini ga’ usah beli buku….”. Beda lagi dengan reaksi kelas VIIIC MTs putri yang seolah tidak percaya, “Beneran ni, Kak, ini buat kita-kita?? Ga usah beli buku dooong tahun ini….”.

“Berbagi mengindikasikan pengorbanan dan kerelaan untuk memberi. Semakin banyak memberi, semakin tidak akan merasa kekurangan…”