Santri Putri Kelas 3 TMI Darunnajah Adakan Buka Puasa Bersama Seluruh Santri Putri
Menu

Santri Putri Kelas 3 TMI Darunnajah Adakan Buka Puasa Bersama Seluruh Santri Putri

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Sesuai dengan sunnah pesantren selalu mengadakan Puasa Sunnah Senin Kamis.

Berbeda dengan puasa hari ini (23-01-2020), karena melalui Santri Putri Kelas 3 TMI mereka berhasil mengembangkan ide mulianya untuk mengadakan Buka Puasa bersama yang mengundang seluruh santri dan jajaran dewan guru.

Acara berlangsung di Aula Kampus 1 Putri. Dibimbing oleh Ustadzah Khiyarotul Baroroh selaku wali kelas.

Acara berjalan lancar dan banyak sekali apresiasi yang diberikan untuk santri kelas 3.

Hadir juga Tokoh GAS (Guru, Ayah, Sobat) ditengah-tengah santri, beliau adalah Ustadz Muhlisin, M.Pd selalu Ka. Biro Pengasuhan Santri.

Banyak nasehat yang beliau sampaikan diantaranya:

Wanita dilahirkan melalui 3 fase yaitu:
1. Terlahir sebagai seorang anak
2. Terlahir kembali menjadi seorang istri
3. Terlahir kembali menjadi seorang ibu

Maka pengalaman dan ilmu pengetahuan yang ada di pesantren, itulah bekal untuk mengantarkan kalian menjadi anak sholehah.

Menjadi istri yang sholehah dan faham akan hak dan kewajiban menjadi seorang istri.

Menjadi ibu yang baik dan mampu mendidik anak-anaknya.

Apresiasi besar untuk santri kelas 3 yang punya ide luar biasa ini untuk mengadakan buka bersama seluruh santri dan para ustadzah.

Kegiatan ini telah menjadi bukti, bahwa semua kegiatan di pesantren boleh di kelola oleh santri, tentu saja harus sesuai dengan bimbingan para musrifah (pembimbing)

Semua hal yang berhubungan dengan kegiatan santri adalah pendidikan.

Cobalah mulai belajar untuk menjadi wanita yang adil. Adil itu harus sesuai dengan tempat dan waktu.

Kapan waktunya belajar dan kapan waktunya untuk bermain dengan yang lain.

Bukan hanya nasehat tetapi santri juga berkesempatan menerima Tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Husnul Mubarok, S.Pd.

Dengan penyampaian yang sangat menarik, lucu, ringan dan mudah dimengerti bahkan mampu mengajak audience untuk terus tertawa setelah mendengar kalimat-kalimat dakwah yang humoris.

Sehingga suasana aula kembali bergema lalu disenyapkan dengan renungan-renungan dakwah islam.

Hingga acara yang terakhir adalah membaca ayat-ayat Al-Qur’an hingga datang waktu magrib. (WARDAN/Mbafer)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait