Santri Putra Eksplorasi Sains di Planetarium Sekaligus ke IBF

eksplorasi sainsDarunnajah 10/03/2013. Di hadapan 229 santri putra yang berseragam lengkap juga 11 orang asatidz, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc, memberikan banyak sekali wejangan-wejangan atau taujihad terhadap mereka. Pasalnya hari ini, ahad 10 maret 2013, mereka akan melaksanakan rihlah ke Planetarium Jakarta dan IBF (Islamic Book Fair) Istora Senayan, Jakarta.

Namun, mereka tidak begitu saja pergi tanpa pesan-pesan moral dari Pa Kyai, dimana beliau terhadap pembimbing berpesan agar mengawasi kegiatan dan kondisi santri di sana, mengingat pengunjung ke IBF tidak hanya dari Pesantren Darunnajah namun juga puluhan Pesantren dari berbagai penjuru yang juga punya tujuan yang sama. Adapun terhadap santri Beliau berharap agar santri membeli buku yang memicu kreatifitas juga membawa manfaat bagi santri, “jangan sampai beli buku lihat covernya islami tapi dalamnya tidak islami, dan jangan tertarik dengan buku murah, karena biasanya tidak berkualitas” tegas Beliau.

Setelah merasa cukup memberi wejangan, megaphone berbunyi, tanda santri harus segera menuju 4 armada bis mereka, hitungan detik merekapun berhamburan dari hadapan Pa Kyai. Bis langsung menuju Planetarium Jakarta, “ Disana direncanakan mereka akan eksplorasi sains dengan system discovery (mengamati sendiri)” Ustadz Rochim berujar ketika ditanyai kenapa rihlah ke Planetarium.

Tiba di sana pukul 11:30 WIB, betapa kecewanya mereka, sudah antusias tinggi, ternyata pihak Planetarium tidak bisa memberikan tiket masuk terhadap 229 santri ini, alasannya adalah sudah overload untuk kapasitas visitor hari ini, bahkan sebelum rombongan Darunnajah datang, juga ada 300 rombongan siswa dari lembaga lain yang juga ditolak.

Akhirnya demi mengobati kekecewaan mereka, Panitia yang juga Pembimbing langsung mengalihkan bis ke IBF, untuk kemudian sholat dan makan siang setiba di sana. Namun lagi-lagi perjalanan terganjal, karena jalan yang begitu macet menuju Senayan dari Planetarium. Akhirnya rombongan menghabiskan siang hingga petang di sana dengan berburu buku yang kebetulan semua buku didiskon gede-gedean pada hari tersebut, karena memang hari terakhir IBF. Puas berburu buku, santri menuju kembali ke Pesantren setelah melaksanakan shalat maghrib di mushola Takaful Republika. (WARDAN/Elana TodoMore)