Menulis Kisah Hidup, Santri Darunnajah 2 Cipining Eksplorasi Makna Perjalanan Menulis Kisah Hidup, Santri Darunnajah 2 Cipining Eksplorasi Makna Perjalanan

Menulis Kisah Hidup, Santri Darunnajah 2 Cipining Eksplorasi Makna Perjalanan

Program Autobiografi yang digelar Departemen TMI Darunnajah 2 Cipining mengajak 149 santri kelas 4 TMI untuk menuliskan perjalanan hidup mereka. Kegiatan yang berlangsung sejak 5 Oktober hingga 6 November 2024 ini menghadirkan dua pembicara ahli, Ustaz Deni Rusman dan Ustaz Misbakhudin Azka.

Melalui program ini, para santri tidak sekadar menulis, tetapi juga menggali makna terdalam dari setiap jejak kehidupan mereka. “Autobiografi membuka ruang bagi santri untuk merenungkan pengalaman hidup sekaligus memahami jati diri mereka secara lebih mendalam,” ungkap Ustaz Deni Rusman, seorang profesional di bidang penulisan digital.

Ustaz Misbakhudin Azka, dosen Universitas Darunnajah Kampus Bogor, menekankan pentingnya dokumentasi perjalanan hidup sebagai inspirasi bagi orang lain. “Setiap kisah hidup memiliki nilai pembelajaran yang berharga. Saat dituangkan dalam tulisan, pengalaman pribadi bisa menjadi cermin dan pembangkit semangat bagi pembacanya,” jelasnya.

Antusiasme tinggi ditunjukkan para santri selama program berlangsung. Mereka tidak hanya aktif menulis, tetapi juga terlibat dalam diskusi mendalam tentang makna kehidupan. Beberapa peserta mengaku menemukan perspektif baru tentang diri mereka melalui proses penulisan ini.

Meski terkendala fasilitas yang terbatas, semangat menulis para santri tidak surut. Departemen TMI berencana mengundang penulis bertaraf internasional untuk program selanjutnya. Para penulis terbaik akan mendapat penghargaan khusus saat penutupan program.

Program ini diharapkan melahirkan generasi santri yang tidak hanya mahir menulis, tetapi juga mampu memaknai setiap fase kehidupan mereka. Autobiografi menjadi pintu masuk bagi para santri untuk mengembangkan kepekaan dalam membaca tanda-tanda kehidupan sekaligus mengasah kemampuan literasi mereka.