Santri Nurul Ilmi Haramkan Wafak Dalam Ujian
Hingga saat ini (Kamis, 30 Mei 2013) Santri tak ada yang menyalah gunakan Ujian yaitu membuat wafak (sebuah catatan yang dibuat sebelum ujian berlangsung dan berisi contekan) adalah salah satu cara yang lumrah digunakan oleh para pelajar untuk mempermudah ujian. Namun, berbeda dengan para pelajar SMK Darunnajah Pabuaran yang dituntut untuk jujur, mereka mengisi waktu luang dengan membaca buku, mengulang pelajaran, dan bertanya tentang apa-apa yang belum mereka fahami.
Hari Rabu, tepatnya tanggal 29 Mei 2013, para pelajar SMK Darunnajah Pabuaran melaksanakan Ujian tulis dan sudah berjalan selama 2 (dua) hari hingga tanggal 30 Mei 2013. Walaupun 1 (satu) hari sebelumnya mereka baru selesai melaksanakan ujian lisan, namun semangat mereka tidak luntur dalam memulai ujian tulis ini.
“Ujian adalah suatu yang kejam, namun harus dilewati. Karena dengan ujian, kemampuan seseorang akan diketahui”, ujar Ustadz Fajar Suryono S.Kom., selaku kepala sekolah SMK Darunnajah Pabuaran pada apel pagi sebelum peserta ujian memasuki ruang ujian. Beliau pun menambahkan “Orang yang slalu diuji akan merasa percaya diri. Berbeda dengan orang yang tidak pernah diuji, mereka tidak akan memiliki rasa percaya diri”.
Setelah melaksanakan apel, para pengawas ujian memeriksa kerapihan peserta ujian. Mulai dari memeriksa kerapihan seragam dan kelengkapan bet, memeriksa kartu ujian, sampai memeriksa kuku. Bagi pelajar yang memakai seragam diluar ketentuan, tidak membawa kartu ujian, dan berkuku panjang, tidak diperbolehkan mengerjakan soal ujian di ruang ujian. Melainkan di teras ruang ujian. Hukuman ini berlaku sampai peserta ujian melengkapi kekurangan-kekurangan tersebut. Tujuannya adalah untuk menegakkan disiplin Pesantren.