Pada acara santunan sosial dan ifthoru shoimin santri niha’i yang kedua, Rabu (9/9/09), suasana cukup berkesan dan terasa lebih erat ukhuwahnya antara keluarga pondok pesantren Darunnajah Cipining dengan warga sekitarnya. Pasalnya, meskipun kegiatan seperti ini telah rutin diadakan setiap tahunnya, namun baru kali ini diadakan di luar pesantren.

Kedatangan rombongan dari pesantren yang terdiri dari dewan guru dan panitia kelas XII MA ke lokasi disambut hangat oleh seluruh warga setempat. Rombongan kemudian  langsung diantar menuju masjid jami’ Kampung Leuwi Ceuri, tempat dilaksanakannya acara santunan tahap ke-2.  Dengan dihadiri jumlah peserta santunan sebanyak 52 anak, (22 putra dan 30 putri), kegiatan ini menarik simpati warga.

Terlihat senyum senang pada setiap raut muka anak-anak kecil yang berjejer rapi mengelilingi masjid. Pada pukul 17.00 WIB, acara dibuka oleh saudara Farhan Maulana. Usai pembacaan kalam ilahi oleh ananda Mulla Sadra, acara berlanjut dengan sambutan oleh biro humasa dan dakwah yang diwakili oleh Ustadz Atijan Yani.

Dalam kesempatan tausiyah agamanya, Ustadz Muhlisin, S.H.I. menceritakan tentang hikayat Nabi Besar Muhammad saw yang telah menjadi yatim piatu sedari masa kecil beliau. Namun, beliau tidak pernah merasa bersedih dan putus asa. Kemudian dengan terlatih kesabarannya, beliau kembali mendapatkan tugas untuk menyabarkan agama Islam di muka bumi. Tentunya, itu semua dilalui beliau dengan kesabaran dalam berjuang yang penuh dengan pengorbanan.

Tausiyah ini mendapat perhatian dari anak-anak, karena, nasib Rasulullah memiliki persamaan dengan sebagian peserta santunan yang terdiri dari anak yatim, piatu dan dhua’fa. “Semoga, kisah ini menjadikan anak-anak lebih sabar dan tegar dalam menjalani hidupnya sekaligus dapat mengurangi rasa sedih mereka” ujar Ustadz Muhlisin.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut KH. Supriadi selaku pemuka agama yang ikut senang atas perhatian pondok pesantren Darunnajah Cipining yang telah memberikan santunan kepada warganya yang kurang mampu. ”Saya, mewakili para tokoh, merasa perlu berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada pesantren Darunnajah Cipining yang telah mengadakan kegiatan santunan di kampung kami. Semoga apa yang diberikan ini baik di mata Allah dan mendaptkan balasan yang setimbal di sisi-Nya” sambutnya.

Setelah acara puncak selesai yaitu pemberian bingkisan kepada peserta santunan dan dilanjut dengan perfotoan bersama, acara pun ditutup dengan do’a oleh Bapak KH. Supriadi sekaligus do’a berbuka puasa. Dan seluruhnya berbaur dalam senyum senang dengan menikmati buka bersama. (Hari W).