Dalam 2 hari ini, Rabu dan Kamis (15-16/12) santri Darunnajah Cipining melaksanakan puasa sunnah Tasu’a dan Asyuro. Hal ini sebagaimana diinstruksikan oleh pembimbing bagian peribadatan, Ustadz Haryadi, Selasa (14/12) lalu di masjid putra seusai sholat Isya berjamaah. Juga secara serempak, program ini dilakukan di asrama putri dan asrama kampus 2.

“Puasa pada hari ke-9 biasa disebut puasa Tasu’a. berasal dari kata tis’ah yang artinya 9. Selanjutnya untuk puasa pada hari ke-10 biasa disebut dengan puasa Asyura, berasal dari kata ‘asyara yang artinya 10. Dan kedua puasa pada hari ini sangat dianjurkan karena berada pada bulan yang memiliki keistimewaan dibandingkan dengan bulan-bulan lain” jelas Ustadz Haryadi meyakinkan.
Senada dengan itu, kepala asrama putra, Ustadz Muhlisin, S.H.I., memberikan penjelasan bahwa pesantren telah memberikan pendidikan kepada santri melalui approach to practicing sebagaimana halnya puasa ini. “Biar santri tidak hanya tau kalau ada puasa sunnah di bulan Muharram ini yaitu Tasu’a dan Asyuro. Tapi mereka juga mengamalkannya dengan melakukan puasa itu. Belum lagi jika bicara tentang pahala, insya Allah lah, santri ini menjadi terbiasa dengan ibadah yang sebenarnya di masyarakat juga telah biasa dilakukan”
“Insya Allah, kalau mengerjakan ujian sambil berpuasa akan dimudahkan oleh Allah” tutur salah satu santri terkait puasa ini. Sebagai informasi, saat ini, santri juga tengah mengikuti ujian semester pertama, semoga sukses.!!! (Wardan/Billah)