Santri Darunnajah Harus Kuasai Dua Bahasa Terbaik di Dunia

Ahad 30 Mei 2010 Ujian semester Genap Tahun Ajaran 2009/2010 memasuki hari kedua. Melanjutkan pelaksanaan pengujian kemampuan santri dalam berbahasa asing (Bahasa Arab dan Inggris) dan menyerap Ilmu yang didapatkan selama di Pesantren.  Pagi hari Pukul 07.00 WIB Dua orang Ustadz Penguji telah siap berada disetiap ruang Ujian. Tanpa membiarkan waktu berlalu, satu demi satu dari Peserta Ujian di panggil untuk memasuki Ruangan yang hanya ada dua orang Penguji, tanpa membawa catatan dalam bentuk apapun. Secara lisan, Peserta ujian di berikan soal dalam bentuk lisan, semuanya dalam bahasa Arab.

Dalam upaya meningkatkan kualitas belajar santri terutama dalam menguasai Bahasa Arab dan Inggris, maka seluruh santri peserta ujian harus belajar dengan sungguh-sungguh dan betul-betul mempersiapkan kemampuannya dalam berkomunikasi, dengan menggunakan dua bahasa asing tersebut. Dalam hal ini, Biro Pengasuhan dan Pengajaran beserta jajarannya menerapkan suatu Program Conversation atau Muhadatsah masal. Yang dalam pelaksanaannya di awasi dan dibimbing langsung oleh seluruh guru yang tinggal di Pesantren.

Ada kesan tersendiri dalam Ujian lisan ini, khususnya bagi santri. Mereka semakin sadar akan pentingnya menerapkan Dua Bahasa ini dalam kehidupan sehari-hari di Pondok. Dua bahasa ini memiliki kelebihan masing-masing, yang cukup beralasan untuk mereka cintai. Bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an, Bahasa Rasulullah dan Bahasa Umat manusia di Syurga. Bahasa Arab juga merupakan sumber Ilmu Pengetahuan. Maka tidak ada alasan untuk meninggalkan bahasa tertua ini. Demikian bahasa Inggris, bahasa yang berasal dari barat ini dijadikan alat komunikasi Internasional di dunia, untuk itu sangat beralasan menguasainya. [WARDAN/Kang DR]