Divisi Pengajaran Pesantren Darunnajah 2 Cipining periode 2025–2026 menyelenggarakan kegiatan pembekalan bagi Santri Putri kelas lima pada 17 Januari 2026. Bertempat di Aula Kampus 1, kegiatan ini diikuti oleh 105 Santri Putri yang seluruhnya merupakan calon pengajar dalam program Darsul Idhafi.
Pembekalan ini hadir sebagai persiapan menyeluruh bagi Santri Putri kelas 5 TMI sebelum mereka terjun langsung mengajar di kelas 1, 2, 3 dan Intensif TMI. Materi yang akan mereka ampu dalam Darsul Idhafi mencakup empat bidang: Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Imla dan Muthala’ah.

Selama pembekalan, para Santri Putri mendapatkan berbagai ilmu dan keterampilan dasar keguruan, mulai dari penguasaan kelas, teknik penyampaian materi, hingga kesiapan mental sebagai seorang pendidik muda. Tidak ada proses seleksi khusus dalam kegiatan ini karena seluruh Santri Putri kelas lima diwajibkan hadir dan mengikuti pembekalan sebagai bagian dari persiapan wajib.
Usai pembekalan, para Santri Putri kelas lima dijadwalkan segera memulai tugas mengajar di kelas yang telah ditentukan, sesuai dengan mata pelajaran yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata sistem kaderisasi pengajar yang telah lama menjadi tradisi di Pesantren Darunnajah 2 Cipining.

Darsul Idhafi dilaksanakan pada jam kedelapan dari pukul 12.50-13.30 WIB. Program ini menjadi tanggung jawab Divisi Pengajaran Organisasi Santri Darunnajah 2 Cipining (OSDC) di bawah arahan dan bimbingan dari Departemen TMI. Santri kelas 5 TMI yang notabene juga pengurus OSDC harus mau dan mampu menjadi pengajar Darsul Idhafi menggantikan santri Kelas 6 TMI yang sudah demisioner dari kepengurusan organisasi santri.
Tidak hanya pembekalan serentak di awal jelang pelaksanaan program darsul Idhafi, santri kelas 5 TMI juga mendapatkan program Ta’hil atau upgrading penguasaan materi dan praktik pengajaran empat mapel tersebut di atas. Dengan sudah terbiasa praktik mengajar Darsul Idhafi maka diharapkan mereka akan lebih siap dan sukses dalam program Ujian Praktik Mengajar yang dikenal dengan ‘Amaliyah Tadris/Tarbiyah ‘Amaliyah ketika sudah jadi santri kelas 6 TMI.
