Departemen Pengasuhan (DPS) Pesantren Darunnajah 2 Cipining melantik jajaran pengurus rayon yang baru di Aula Kampus 3, Dengan pelantikan itu, para santri kelas empat resmi mengemban tugas menjaga ketertiban sekaligus kenyamanan teman-temannya di asrama. Di balik prosesi yang berlangsung sederhana, tersimpan satu pesan tentang kepemimpinan yang lahir dari kesediaan melayani sesama.
Acara tersebut diikuti seluruh santri dan dihadiri Wakil Pengasuh. Departemen Pengasuhan menempatkan pelantikan ini sebagai salah satu jalur kaderisasi, yakni cara pesantren menyiapkan pemimpin dari kalangan santri sendiri. Tanggung jawab pun berpindah kepada santri dari angkatan yang lebih muda.
Dalam struktur kehidupan santri, rayon adalah satuan terkecil yang menaungi keseharian di dalam kamar. Pengurus rayon menjadi penghubung pertama antara penghuni kamar dan pengasuh. Posisi ini menuntut kehadiran yang nyaris penuh waktu, sebab persoalan asrama jarang mengenal jam kerja.

Tugas mereka melekat pada hal-hal yang terap dianggap kecil. Membangunkan teman untuk salat, menjaga kebersihan kamar, hingga mengawal jam belajar malam menjadi rutinitas yang dijalankan dengan teleten. Dari ketertiban sederhana itulah ketertiban asrama sehari-hari ditegakkan.
Departemen Pengasuhan mengakui proses seleksi sebagai tantangan tersendiri. Memilih pengurus yang berkompeten menuntut pertimbangan matang, sebab tanggung jawab harian akan diletakkan di pundak mereka. Arahan kepada para pengurus baru disampaikan oleh Ustadz Sholehuddin di hadapan peserta.
Pengalaman semacam ini menjadi pelajaran yang sulit didapat di ruang kelas. Santri yang dilantik harus menyeimbangkan peran sebagai pelajar dengan amanah pengurus teman-temannya, lalu belajar mengambil keputusan sekaligus menanggung konsekuensinya.
Peran pengurus rayon menyentuh sisi paling personal dari kehidupan santri. Selain melatih kepemimpinan sejak dini, tugas ini juga menumbuhkan kepekaan terhadap kebutuhan orang lain. Harapannya sederhana: santri merasa lebih diperhatikan karena ada teman sebaya yang hadir setiap hari.
Kini para pengurus rayon yang baru mulai mengemban amanahnya. Keberhasilan mereka bergantung pula pada kesediaan seluruh penghuni asrama untuk saling menjaga.