Santri Harus Pandai Berdiskusi !
Menu

Santri Harus Pandai Berdiskusi !

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Faidzaa Faraghta Fanshab (Jika Kamu Sudah Selesai Dari Sebuah Pekerjaan, Maka Mulailah Dengan Pekerjaan Lainnya!), semangat inilah yang mengalir dan menginspirasi aneka kegiatan santri Darunnajah Cipining. Seperti terlihat pada kegiatan siang tadi, pukul 10.00 – 13.00 wib di aula Darunnajah yang diikuti oleh santri kelas 5 dan 6 TMI asrama dan non asrama. Seminggu sebelumnya, kelas 6 TMI / XII MA dan SMK disibukkan dengan ujian Praktek Mengajar (Amaliah Tadris) dan kelas 5 TMI / XI MA melaksanakan acara yang cukup padat dalam wahana Darunnajah Celebretion yang terdiri dari Festival Anak Sholeh, Darunnajah Language Contest dan Islamic Books Fair.

blank

Hadir membuka pelatihan ini Direktur TMI, Ustadz Musthafa Kamal, S.Pd.I., M.Ag. Alumni Gontor asal Kaliwungu Kendal ini mengucapkan selamat datang dan terima-kasih kepada para nara sumber dan rombongan Universitas Nasional. “Welcome home kepada bapak Aos!” ungkap kepala MA Darunnajah ini. Ustadz Musthafa mengarahkan para peserta agar membuka mata hati, meluruskan niat, serta menginglaskan diri untuk mendapatkan tambahan pengetahuan tentang Public Speaking dan Leadership yang sangat dibutuhkan santri kelas 6 TMI dalam pelaksanaan Praktek Da’wah dan Pengembangan Masyarakat (PDPM) dan kelas 5 TMI dalam menjalankan roda organisasi santri. Sesuai pembukaan dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dari UNAS kepada Darunnajah Cipining.

Adalah Aos Yuli Firdaus, S.Sos., M.Si tampil sebagai nara sumber dalam pelatihan Public Speaking dan Leadhersip. Alumni Darunnajah Cipining angkatan keempat tahun 1997 yang kini bertugas sebagai dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional tersebut memulai paparannya dengan mengungkapkan perasaan bahagianya dapat kembali datang bersilaturrahmi ke almameternya. “ Alhamdulillah, Aku pulang” ungkap mantan ketua OSDC tahun 1996-1997. Ketua Ikatan Keluarga Pesantren Darunnajah Cipining (IKPDC) ini, juga mengungkapkan betapa rindunya seorang alumni kepada pesantren yang telah menerpa hazanah kehidupan keislaman selama 6 tahun lamanya. Bahkan, tidak sedikit yang sampai terbawa mimpi bertemu dengan bapak Kyai dan asatidz.

Usai pemaparan pengertian, manfaat, jenis dan tata-cara diskusi, para peserta diberi kesempatan untuk bertanya. Tampak beberapa santri antusias menanyakan bagaimana cara mengenali karakter orang lain dalam berdiskusi, juga tips jitu agar diskusi terbebas dari diskriminasi. Dalam sesi tanya-jawab ini, nara sumber diperkuat dengan pemaparan oleh Adilita Pramana, S.Sos., M.Si yang juga sebagai dosen di FISIPOL UNAS. Seusai sesi tanya-jawab, seluruh pesesrta dibagi menjadi 3 kelompok putra dan 4 kelompok putri untuk simulasi diskusi bertajuk Peranan Perempuan Dalam Perpolitikan Di Indonesia. Tampak masing-masing kelompok berupaya menyampaikan hasil diskusi mereka dengan baik, juga berupaya menjawab pertanyaan dan sanggahan dari kelompok lain dengan argumentasi yang logis dan positif konstruktif. Beberapa dewan guru yang mendampingi pelatihan ini juga menjadi saksi keberanian dan kemampuan para santri senior tersebut dalam berdiskusi. (WARDAN/Mr.MIM)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Maklumat Pimpinan Terkait Peraturan Terbaru Kedatangan Santri

Maklumat Pimpinan Pesantren Annur Darunnajah 8 Terkait Tahun Ajaran Baru 2020-2021 dan Kedatangan SantriMaklumat Pimpinan Pesantren An-Nahl Darunnajah 5 Terkait Tahun Ajaran Baru 2020-2021 Dan