Santri Gemar Membaca?

Masyarakat Indonesia diakui masih sangat kuat dalam tradisi berbicara. Kita lebih senang mengobrol ke sana ke mari daripada membaca dan menulis. Dengan demikian, waktu terus berjalan, tapi tidak banyak pengetahuan baru yang bisa diserap. Masyarakat yang kuat dalam tradisi membaca akan memiliki kekuatan pula dalam tradisi menulis. Itu mengapa jumlah karya ilmiah, penelitian atau buku yang dihasilkan suatu bangsa berbanding lurus dengan kemajuan budaya baca pada bangsa tersebut. Membaca dan menulis merupakan satu kesatuan yang sulit dipisahkan.

Mendengar kata santri di zaman era globalisasi ini bukan hanya sibuk berkutat dengan ilmu agama melainkan para santripun menyeimbangkan penguasaan hal-hal baru baik ilmu, pengetahuan maupun pola pikir modern khalayaknya masyarakat umum. Begitupun dengan santri darunnajah sendiri yang notabene gemar membaca buku. Hal ini tercermin dengan antusiasnya para santri berkunjung ke Senayan Jakarta untuk menghadiri acara BookFair yang diadakan bulan lalu.

Tak hanya itu, mengapa santri bisa aktif dan peka membaca? Hal ini difasilitasi langsung oleh pesantren melewati bagian pengurus OSDC (Organisasi Santri Darunnajah) yakni Bagian Perpustakaan. Dalam hal ini bagian tersebut memiliki tanggung jawab untuk dapat menjaga inventaris buku-buku yang ada disekitar asrama, baik buku pelajaran, novel maupun ilmu pengetahuan lainnya.

Khususnya di kalangan santri putri para pengurus mengadakan bedah buku bersama setelah para santri ditugaskan untuk mengambil buku bacaan yang ada diperpustakaan yang nantinya akan ditunjuk beberapa orang untuk menyampaikan pesan moril maupun kesimpulan yang ada pada buku yang telah dibaca tersebut. Selain bedah buku para santripun diberikan tugas lain seperti merangkum hal-hal penting yang ada pada buku bacaan atau menyerap beberapa informasi terkait melalui Klipping. Kegiatan ini dilaksanakan  1 minggu sekali tepatnya di Masjid Pi yang diikuti oleh santri kelas VII, VIII, IX, X dan intensif.

Mengapa membaca itu penting?

membaca adalah proses membuka jendela dunia, melihat wawasan yang ada dan menjadikannya sebagai khazanah pribadi. Selain itu banyak sekali manfaat yang bisa kita dapat dengan membaca diantaranya: Membaca memperluas wawasan, Membaca membantu melihat sudut pandang yang berbeda, Membaca membantu kita untuk menmpunyai bahan tulisan, Membaca membuat ide kita melimpah, Membaca menjadikan otak dan pikiran kita aktif, Membaca merangsang terbentuknya informasi baru di sistem daya ingat yang siap dipanggil kapan saja, Membaca membuat jalan pikiran kita menjadi lebih lentur, Membaca memperkaya kosa kata, pilihan kalimat, dan cara penyajian yang bisa Anda pakai dalam menulis, Membaca membuat kita mampu menganalisa, menghubungkan informasi yang terserap, dan melihat benang merah dari sebuah persoalan.

Begitu banyak contoh di sekitar kita yang menunjukkan bagaimana orang yang gemar membaca cenderung memiliki keterampilan menulis yang baik. Dengan demikian membaca merupakan hal positif yang dapat kita lakukan sejak dini. Dilihat dari sudut manfaatnya hal ini akan mengantarkan kita pada masa depan yang cerah berbekal ilmu yang cukup dan pengetahuan yang melalui membaca.

Ayo Membaca!

(WARDAN/Annisa)