Para santri kembali menunjukkan kreativitas dan bakat seni mereka melalui kegiatan Drama Contest 2026 yang berlangsung di Gedung Olahraga Pesantren Darunnajah. Kegiatan kali ini mengangkat tema utama “Pahlawan Revolusi Islam pada Zaman Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah”, sebuah tema yang dipilih untuk mengenalkan kembali kepada santri sosok-sosok besar yang berjasa dalam perjalanan peradaban Islam.
Acara ini menjadi kesempatan bagi santri untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam seni peran sekaligus menghidupkan kembali nilai perjuangan para tokoh Islam terdahulu. Selain itu, kegiatan ini mempererat ikatan antarsantri. Santri lama dan santri baru turut berpartisipasi, masing-masing dengan jumlah penampilan yang disesuaikan dengan kuota peserta yang telah ditentukan oleh panitia.
Kegiatan Drama Contest berlangsung pada pukul 20.00 WIB dan dihadiri oleh banyak tamu yang telah diundang. Para asatidz, bersama dengan santri kelas 5 (OSDN) dan kelas 4, hadir untuk mengawasi jalannya acara. Selain mendukung para penampil, kehadiran tamu undangan juga meningkatkan kemeriahan suasana.
Ustadz Bustomi hadir sebagai pembicara pada kesempatan tersebut untuk mengarahkan dan mendorong para santri. Beliau menekankan bahwa seni dapat membangun kepercayaan diri, kerja sama tim, serta kemampuan berbicara di depan khalayak.
Beliau juga berpesan agar santri tidak sekadar memerankan tokoh, tetapi mampu meneladani semangat perjuangan para pahlawan Islam pada masa Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah.Diharapkan arahan ini membantu santri mengembangkan potensi mereka sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah Islam.
Setiap kelompok peserta menampilkan pertunjukan drama yang disesuaikan dengan tema acara, mulai dari kisah perjuangan, dakwah, hingga peristiwa-peristiwa penting pada masa kejayaan dua dinasti tersebut. Seluruh persiapan dilakukan dengan matang untuk setiap penampilan, termasuk pembuatan naskah, pembagian peran, serta pendalaman karakter tokoh yang ditampilkan di atas panggung. Antusiasme penonton terus menghidupkan jalannya acara.
Drama Contest merupakan kompetisi yang tidak hanya menampilkan bakat, tetapi juga memberikan nilai pendidikan kepada santri. Melalui tema sejarah Islam yang diangkat, kegiatan ini mengajarkan santri untuk mengenal teladan para pahlawan terdahulu, bekerja sama dalam tim, mengelola waktu, serta menjadi lebih berani berbicara di depan umum.
Proses pembentukan karakter santri sangat bergantung pada prinsip-prinsip tersebut.
Lembaga berharap para santri dapat terus meningkatkan kreativitas dan bakat mereka melalui kegiatan Drama Contest ini.
Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya menjadikan pembelajaran ilmu agama sebagai fokus utama, tetapi juga memberikan ruang yang luas bagi santri untuk mengembangkan minat dan bakat, sekaligus mempelajari sejarah peradaban Islam dengan cara yang menarik dan berkesan.
