Santri Darunnajah Raih Prestasi di Kompetisi Roket Air Regional Jabodetabek dan Banten 2026 Santri Darunnajah Raih Prestasi di Kompetisi Roket Air Regional Jabodetabek dan Banten 2026

Santri Darunnajah Raih Prestasi di Kompetisi Roket Air Regional Jabodetabek dan Banten 2026

Santri Pondok Pesantren Darunnajah berhasil mengukir prestasi membanggakan dalam Kompetisi Roket Air Regional Jabodetabek dan Banten 2026. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Indonesia Science Center PP-IPTEK ini digelar di Gedung Science Center TMII Jakarta, yang diikuti oleh 293 peserta dari berbagai sekolah.

Dari total peserta tersebut, tim roket air Darunnajah berhasil menembus 50 besar dan berhak melaju ke ajang Kompetisi Roket Air tingkat nasional. Ajang lanjutan ini rencananya akan dilaksanakan pada 31 Oktober 2026 di Science Center Bandung.

Prestasi tertinggi diraih oleh M. Kafana Al Kaafi dari kelas 2B, yang berhasil meraih medali perak sekaligus menempati posisi 15 besar dalam kompetisi ini. Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri mengingat dirinya masih duduk di kelas awal jenjang MTs.

Selain itu, medali perunggu untuk kategori 50 besar turut diraih oleh tiga santri lainnya, yaitu Aqila Hananisa dari kelas 4F, Carrisa Alifiah dari kelas 4G, dan Putri Amanda Galod dari kelas 6E. Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan intensif yang diberikan oleh para pembimbing dari jenjang MTs maupun SMA/Aliyah.

Pembimbing dari jenjang MTs, yaitu Ust. Moch. Nurdin, S.Pd. dan Usth. Dwi Retno Setyawati, M.Pd., turut mendampingi proses persiapan santri. Sementara itu, dari jenjang SMA/Aliyah, pendampingan dilakukan oleh Usth. Noor Ismah Silvia, S.Pd. dan Usth. Rike Nofrita Sari, S.Pd.

Secara keseluruhan, Darunnajah mengirimkan sembilan peserta dalam kompetisi ini, terdiri dari jenjang MTs, SMA, dan Aliyah. Keikutsertaan lintas jenjang ini mencerminkan semangat kolaboratif santri dalam mengembangkan minat di bidang sains dan teknologi, khususnya kedirgantaraan sederhana melalui roket air.

Keberhasilan santri Darunnajah menuju ke tingkat nasional ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus mengasah kemampuan di bidang sains, sekaligus membuktikan bahwa pendidikan pesantren mampu bersaing dan berprestasi di kompetisi ilmiah tingkat nasional.