Santri Darunnajah Antusias Ikuti Sminar Ekonomi Syari’ah!

Santri Darunnajah Antusias Ikuti Sminar Ekonomi Syari’ah!

Bangsa Indonesia sebagai bangsa dengan umat Islam terbesar di dunia, sudah sepatutnya bank yang menguasai negara ini adalah bank Islami atau yang lebih populer dengan istilah Bank Syari’ah, bukan bank-bank konvensional yang notabene ribawi dan ‘aset’ kaum kapitalis.

Berpijak dari semangat itulah,pada rabu, 2 April 2014 lalu Mu’amalat Istitute mengadakan sebuah acara yang bertajuk ‘ Sosialisasi dan Penyuluhan Perbankan Syari’ah’. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat muslim akan urgensi sistem perbankan Syari’ah serta mengekspo kelebihan-kelebihannya.

Dimotori oleh Lingkar Study Ekonomi Syari’ah (LISENSI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kegiatan ini menghadirkan perwakilan-perwakilan MA, SMK,  SMEA dan SMA yang notabene menjadi peserta lomba WeSHARE ( Week Of Sharia Economic Exhibition) pada 5-8 Maret 2014 lalu. Di samping itu juga ada beberapa mahasiswa/mahasiswi delegasi dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Dalam hal ini Darunnajah 2 Cipining Bogor mengutus sembilan santriwan dan santriwati yang didampingi oleh dua pembimbing ustadz/ustadzah.  Mereka adalah ust. Dede Maryadi, usth. Rulita Pratiwi, Rizky Alfian, Hasan Basri, Rahmat Wastio Wicaksono, Dayang Pravita Amalia, Talsha Fatimah Widjanarko, Annisa Syawalia, Shofwatunnada, Ninda Ulwiyatunnajah dan Choirunnisa Nur Azizah.

Pada pukul 06.00 wib mereka sudah berkumpul di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada pukul 07.00 wib bersama-sama dengan peserta lainnya, kontingen Darunnajah berangkat menuju gedung Jakarta Design Center (JDC) di bilangan Slipi dengan menggunakan 3 armada bus. Di JDC yang merupakan lokasi penyelenggaraan Seminar, mereka disambut hangat oleh para panitia.

Sebagai warming up, para peserta diajak senam ringan yang dikomandoi dua orang moderator. Selanjutnya mereka mulai menyimak pemaparan oleh nara sumber pertama, Bapak Minosari (staf Bank Mu’amalat Indonesia). Beliau mengenalkan seluk-beluk abcd perbankan mu’amalat serta progresitasnya. Beliau menyimpulkan bahwa perkembangan perbankan syari’ah di Indonesia  masih minim dukungan dari umat muslim terbesar di dunia ini.

Materi inti pertemuan ini disampaikan oleh Bapak Anu’man Supriadi dengan presentasi bertajuk ’Introducing Bank Mu’amalat Indonesia’. Selaku Human Capital BMI official, beliau menjelaskan perkembangan Perbankan Syari’ah di dunia, dan juga di Indonesia.

Dalam pemaparannya tentang sejarah yang beliau bagi menjadi sejarah keyakinan dan pemikiran, beliau menyampaikan bahwa semua agama dengan kitab suci mereka masing-masing sangat mengecam dan melarang keras adanya praktik riba (bunga bank) dalam perekonomian.

Para pemikir Yunani dan Romawi juga menyatakan bahwa praktik riba itu sangat merugikan kaum menengah ke bawah. Dan dalam ajaran Islam, praktik riba ini memiliki konsekuensi dosa besar, seperti yang ditegaskan oleh Rasulullah Muhammad SAW dalam sebuah hadits: “ Orang yang memakan harta riba lebih keji dari pada menzinahi ibu kandungnya sendiri!”. Ma’aadzallaah min dzaalik!.

 Pertemuan ini berlangsung hingga pukul 12.30 wib. Diharapkan dengan pencerahan tersebut akan memicu dan memacu tumbuh kembangnya mujahid/mujahidah perbankan syari’ah. Dengan Syari’ah Indonesia Akan Menjadi Berkah, semoga!. (wardan Abu Ezzat El Wazira, sumber berita Hasan Basri).

Pendaftaran Santri Baru