Santri dan Guru DN Hadiri Pidato Obama

Pada hari Rabu, tanggal 10 November 2010, 17 santri yang terdiri dari 7 santriwan dan 10 santriwati TMI Darunnajah beserta 8 Guru yang terdiri dari 6 Ustadz dan 8 Ustadzah mendapatkan undangan untuk menghadiri Pidato Kenegaraan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Balairung Universitas Indonesia. Mereka adalah Fathul Hadi (VI B), Imam Khairul Annas (VI MAK A), Muhammad Syarifuddin Hizbulloh (VI MAK A), Ilhamsyah Maulana Ridzki (VI B), Muhammad Thawwafi Alfiansyah (V A), Burhanuddin Zuhri (V MAK A), Syamsul Ma'arif (V MAK A), Laila Setyawati Arifin (VI MAK B), Qadrina Sufy (VI C), Inggit Sugiharti (VI MAK A), Roshita Julinda (VI), Siti Nur Azizah (VI C), Alia Rusli Hasbi (VI MAK A), Novita Akria Putri (VI MAK A), Rahmah Vima Gescira (V MAK A), Noviana Zulfa (IV) dan Hamalatul Qur'ani (IV). Dan pembimbing mereka adalah Ust. Ahmad Parlaungan Tanjung, S.Ag, Ust. Drs. H. Muhammad Ghufron Dardiri, M.Pd, Ust. H. Hasyim Sya'ban, S.Pd.I, Ust. H. Muhibbin, S.Ag, M.Pd, Ust. Hadiyanto Arief, SH, M.B.S, Ust. Agus Suhendi, Usth. Muthoharoh dan Usth. Delfa Firdaus.

Berangkat dari Pondok Pesantren Darunnajah pukul 05.30, dan sampai di Universitas Indonesia pada pukul 06.30. di awal perjalanan tidak ada kemacetan, namun ketika sampai di Pintu Timur Universitas Indonesia, ada pengalihan jalan dikarenakan pintu tersebut hanya dipergunakan untuk Rombongan US Embassy (Kedutaan Besar Amerika Serikat), akhirnya kembali berputar dan masuk ke UI melalui Pintu Utara. Tidak semua bis bisa masuk kedalam UI, hanya bis yang berstiker “Invited Bus” dari Kedutaan Besar Amerika Serikat saja yang bisa masuk kedalam Pintu Utara tersebut. Di gerbang pun diadakan pemeriksaan terhadap mobil oleh beberapa petugas keamanan, setelah itu barulah bisa masuk kampus UI. Melewati Hutan Kota, kurang lebih 10 menit, akhirnya sampai di tempat pemberhentian, dimana bus harus men-drop para undangan dan harus meninggalkan juga tidak boleh parkir di areal dekat Rektorat UI.

Stelah itu kami mengantri kurang lebih dua jam untuk mengantri masuk ke dalam balairung Universitas Indonesia, sejak pukul 06.30 sampai dengan pukul 08.30. Dalam antrian, terlihat rombongan lain yang juga mengantri, sebagian besar para mahasiswa dan dosen, antara lain berasal dari Universitas Negeri Jakarta, Universitas Budi Luhur, Universitas Bina Nusantara, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Prasetya Mulia, President University, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, Institut Pertanian Bogor, Universitas Nasional Institut Teknologi Sepuluh November, dan masih banyak lagi. Setelah selesai dari antrian, barulah pemeriksaan superketat oleh petugas keamanan. Barang-barang yang tidak diperbolehkan untuk dibawa antara lain tas, papan petunjuk, spanduk dan payung. Untuk handphone dan kamera diperbolehkan untuk dibawa. Setelah pemeriksaan yang dilaksanakan di samping gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa UI, barulah para rombongan berjalan menuju ke Balairung UI. Sebelum sampai ke Balairung UI. Terdapat tempat yang dimana tersedia disana air minum, mereka pun minum segelas air putih terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanannya ke Balairung UI. Setelah itu barulah melanjutkan jalannya ke Balairung. Sesampai di depan Balairung, sebelum masuk ke pintu utama terdapat toilet umum dengan antrian panjang, selain itu, untuk masuk ke balairung diharuskan untuk mengantri kembali. Akhirnya rombongan dari Darunnajah membuat dua barisan dengan tujuan agar tidak terpisah. Namun ternyata kami terpisah, Ust. Parlaungan, Ust. Hasyim, Ust. Muhibbin dan Ust. Hadiyanto berada di lantai dasar, sedangkan santriwan dan santriwati bersama Ust. Ghufron dan Ust. Agus Suhendi berada di tribun paling atas. Namun, tidaklah masalah yang penting masih ada alat komunikasi yang dapat dipergunakan agar tidak terpisah.

Waktu menunjukkan pukul 09.00 kami menunggu satu jam disana dengan bercakap-cakap. Waktu terasa sangat cepat, tepat pada pukul 10.00, Presiden Amerika Serikat Barack Obama, datang dan langsung berpidato, diawali dengan “Assalamu'alaikum, Salam Sejahtera, Selamat Pagi, Apa Kabar” lantas balairung menjadi riuh dikarenakan Obama yang memang pernah tinggal di Indonesia di masa kecilnya mengucapkan beberapa atau sepenggalan kata dengan berbahasa Indonesia. Ia juga mengatakan “Pulang Kampung Nih” yang menjadi pembicaraan banyak orang Indonesia di berbagai situs jejaring sosial. Ia juga mengatakan ketika ia masih kecil dan tinggal di Menteng Dalam ia masih ingat dengan Hotel Indonesia dan Sarinah, selain itu ia juga sangat suka dengan bakso dan sate, bahkan sampai-sampai ia mengatakan “Sate Bakso Enak” menjadikan seluruh tamu undangan yang berjumlah kurang lebih 6.000 orang bertepuk tangan. Awal pidatonya merupakan nostalgianya di masa kecil. Ia juga mengatakan “Indonesia adalah bagian dari diri saya”

Dalam inti pidatonya, ia mengucapkan apresiasi terhadap demokrasi dan pluralitas yang ada di Indonesia, bahkan ia mengucapkan beberapa kali kalimat “Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila” Dalam pidatonya, ia berjanji akan meningkatkan kerjasama antara Indonesia dengan Amerika dalam berbagai bidang antara lain Pendidikan, Pertahanan, Kebudayaan, Ekonomi dan masih banyak lagi. Bahkan akan menjadi Mitra Perdagangan Utama serta ia akan berjanji agar para pengusaha AS meningkatkan investasinya di Indonesia. Di akhir pidatonya ia mengucapkan “Terima kasih, Wassalamu'alaikum” Ia mengakhiri pidatonya pada pukul 11.48. Setelah itu kami pun langsung kembali ke Pondok Pesantren Darunnajah, dan sampai di Pondok Pesantren Darunnajah pada pukul 11.30.

 
[celoteh santri] Santri dan Guru DN Hadiri Pidato Obama
oleh Imam Khairul Annas
Santriwan kelas VI TMI Darunnajah