
Kelas VI atau santri akhir Pondok Annur Darunnajah 8 Cidokom mengikuti pembekalan amaliyah tadris di Darunnajah pusat, Jakarta-selatan. Amaliyah Tadris adalah praktek mengajar bagi santri. Sebelum praktek santri dibekali dengan metode dan tatacara menjadi pengajar yang baik dan benar. Pembekalan ini dilaksanakan di Darunnajah pusat selama 6 hari, dimulai sabtu hingga kamis.
Bagi santri Annur Darunnajah 8, mengajar bukanlah hal lain lagi, karena mereka sudah dilatih dan diberi tanggung jawab untuk mengajar selama satu tahun. Mengajar pelajaran sore setiap harinya, sudah menjadi kebiasaan mereka selama menjabat Organisasi Santri Annur Darunnajah 8 (OSANDN). Namun, masih jauh dari kesempurnaan seperti layaknya seorang guru, maka dari itu perlu adanya pembekalan sebelum mereka mengikuti amaliyah tadris.
Diadakannya program amaliyah tadris bagi santri akhir adalah agar mereka bisa menjadi seorang pengajar, bisa menjadi pendidik yang baik dan benar. Setelah keluar dari pesantren santri bisa bermanfaat dan bersosialisasi dengan masyarakat bahkan mengajak masyarakat kepada kebaikan, Dalam artian santri siap dipimpin dan siap memimpin.
Setelah kembali dari pembekalan, santri akhir akan diberi tugas dan ditentukan pelajaran apa yang akan sampaikan pada praktek mengajar/amaliyah tadris. Adapun buku atau pelajaran yang akan mereka ajarkan yaitu pelajaran pondok’’ bukunya berbahsa arab atau inggris’’ dan penyampaian juga dengan bahasa.
Sebuah keharusan bagi santri untuk menyampaikan pelajaran dengan pengantar bahasa arab atau inggris. Karena Allughoh Tajul Ma’had, bahasa adalah mahkota pesantren.