Sambut Tahun Baru Islam, Darunnajah Adakan Dzikir Bersama dan Berbagai Lomba Sambut Tahun Baru Islam, Darunnajah Adakan Dzikir Bersama dan Berbagai Lomba

Sambut Tahun Baru Islam, Darunnajah Adakan Dzikir Bersama dan Berbagai Lomba

Tahun baru islam jatuh pada Kamis, 20 Agustus 2020. Pada momen ini seluruh muslim di penjuru dunia biasanya menyambut dengan membaca doa akhir tahun dan awal tahun baru. Doa akhir tahun 1441 hijriah dibaca sebelum shalat Magrib atau tepat saat pergantian tahun di kalender Islam terjadi. Sementara doa menyambut awal tahun baru Islam 1442 hijriah dapat dibaca sesudah shalat Magrib pada hari yang sama.

Muharram bermakna bulan yang diharamkan. Artinya dilarang untuk melakukan peperangan ataupun perselisihan pada bulan ini, oleh karenanya beberapa kemuliaan bisa diamalkan pada bulan Muharram.

Dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1442 hijriah, Pondok Pesantren Darunnajah mengadakan beberapa kegiatan berupa khataman al-qur’an, doa akhir tahun dan awal tahun bersama serta lomba memasak antar asrama.

Kegiatan ini diadakan pada Rabu malam pukul 20.00 WIB di Aula Empat Windu Darunnajah yang dihadiri oleh Kepala Biro Pengasuhan Santri dan diikuti oleh seluruh musyrifah. Kegiatan ini dimulai dengan pembacaan doa akhir tahun 1441 hijriah kemudian dilanjut dengan doa awal tahun 1442 hijriah dan diteruskan dengan khataman al-qur’an serta doa-doa lainnya.

 

Pada Kamis 1 Muharram 1442 hijriah seluruh majelis guru Darunnajah melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid dan setelahnya melakukan dzikir bersama sekaligus tausiah dari Ustad Diyon S.Pd. Dalam tausiah nya beliau menjelaskan sejarah bulan Muharram dan terbentuknya kalender Islam di dunia.

Setelah kegiatan selesai seluruh musyrifah bersiap-siap untuk mengikuti lomba memasak antar asrama mulai dari belanja bahan-bahan masakan di pasar sampai mulai membuat berbagai macam makanan khas daerah seperti sate bandeng, es pisang ijo, ikan kuah kuning, papeda, dan lainnya.

Lomba memasak ini diikuti 0leh seluruh musyrifah yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok 1 (rayon Arafah, Mina, dan Dakkah), kelompok 2 (rayon El-hamra, Khadijah dan Granada) dan kelompok 3 (rayon HI, Cordoba, BPS dan Andalusia). Kegiatan ini berjalan dengan meriah oleh antusias dan partisipasi seluruh guru.

Dan setelah waktu habis, masing-masing kelompok menyajikan masakan-masakan mereka dengan cantik di atas meja dan waktunya juri untuk mencicipi dan menilai masakan dari masing-masing kelompok ini. dan tibalah saatnya pengumuman yang dibacakan langsung oleh Kepala Biro Pengasuhan yakni Usth. Lilis Khalisah.

Pemenang lomba masak antar asrama dalam rangka menyambut tahun baru Islam ini diraih oleh kelompok 2 sebagai juara pertama, kelompok 3 sebagai juara kedua dan kelompok 1 sebagai juara ketiga. Dengan adanya lomba memasak ini diharapkan agar menambah kekompakan para guru dan menambah wawasan dalam hal masak-memasak.

(dn.com/danisha)