Sambung Rasa Keluarga Besar Darunnajah

Seiring berjalan waktu, pesantren Darunnajah Cipining selalu berkembang, ditambah meningkatnya jumlah santri setiap tahunnya membuat pesantren yang berlokasi di Bogor ini terus membangun. Kini keberadaan pesantren terdiri dari kampus 1, 2 dan 3. Tak

terasa bangunan yang telah adapun sudah mulai sesak.

Tepatnya tanggal 14 September 2012 ba’da Isya kemarin, Darunnajah Cipining adakan sambung rasa dengan beberapa pengurus yayasan yang berdomisili di Jakarta. Diantaranya hadir Ustadz Syaefudin Arif (Ketua yayasan), Ustadz Sofwan Manaf (Pimpinan pesantren Darunnajah 1), Ustadz Mahrus Amin (Pendiri dan pengasuh Darunnajah 1), K.H. Jamhari Abdul Jalal Lc selaku ketua Dewan Nadzir pimpinan Darunnajah Cipining dan hadir pula beberapa rekan guru Darunnajah 1.

Pertemuan yang diadakan di gedung baru kampus 3 itu memang memiliki suasana yang berbeda, selain tempatnya yang tenang dan jauh dari polusi, bangunannya pun mempunyai pelbagai keunikkan yang bisa dinikmati.

Acara dipandu oleh Ustadz Syarqi, pada kesempatan itu pula hadir seluruh dewan guru Darunnajah Cipining. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Cipining sekaligus Dewan Nadzir yaitu K.H. Jamhari Abdul Jalal Lc. Pak Kyai mengatakan bahwasannya gedung baru ini resmi menjadi asrama Tahfidz. Semoga dengan diadakannya asrama baru itu dapat menambahkan kesemangatan para santri dalam menghafal Al-Qur’an. Dan Alhamdulillah jumlah santrinyapun sekarang mencapai 1.295, dengan 62 kelas dan masih banyak lagi perkembangan Darunnajah Cipining dari tahun pertama hingga saat ini.

Dilanjut dengan sambutan yang disampaikan oleh Ust. Syaifudin Arif. Beliau menceritakan kembali tentang bagaimana asal muasal berdirinya Darunnajah sebagai memoar. “saya dan rekan-rekan yayasan sengaja datang ke Darunnajah Cipining ini ingin menyambung rasa dalam rapat yayasan Darunnajah, mengingat Darunnajah Cipining tengah berulang tahun yang ke-25.

Drs. K.H. Shofwan Manaf juga menginformasikan, untuk Darunnajah 1 itu sendiri tepatnya tahun 2015 nanti merupakan ulang tahun yang ke-40. InsyaAllah pengurus yayasan akan membuat Manuscript tentang sejarah dan Biografi pendiri Darunnajah yaitu Alm. Abdul Manaf. Darunnajah selalu bersyukur atas berbagai kemajuan yang telah dimiliki, untuk saat ini Alhamdulillah Darunnajah memiliki 14 Cabang dengan 54 Lembaga. Tapi 1 yang ditekankan oleh Ust. Shofwan Manaf walaupun Darunnajah mempunyai 14 pesantren dengan berbeda-beda lokasi tapi tetap harus 1 visi.

Sebagaimana wasiat Alm. Abdul Manaf bahwa dimanapun Darunnajah berdiri mau berbagai macam lembagapun tapi 1 yang harus selalu diingat bahwa Darunnajah harus berasrama atau pesantren. Maka dari itu alhamdulillah ke-14 Darunnajah semua bersisrem pesantren. Semoga Darunnajah tak pernah mati karna sebagaimana pepatah mengatakan “mati satu tumbuh seribu”.

Untuk luas tanah wakaf kesuluruhan Darunnajah mencapai 619 H, dengan rincian hampir mencapai Rp. 650 M. Semoga dengan Ridho Allah Darunnajah selalu berkembang, memiliki guru yang berkualitas, dan dapat mencetak generasi muslim dan muslimat yang dapat memajukan bangsa. (WARDAN/Putri Khoirunnisa)