Ribuan jamaah memadati Pondok Pesantreh Darunnajah, untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 H pada Rabu, 27 Mei 2026, pukul 06.00 WIB. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Darunnajah bekerja sama dengan Universitas Darunnajah dan Laziswaf Darunnajah, dengan Imam Syeikh Ubaid Mabrouk, Lc.
Khotbah Idul Adha disampaikan oleh Ustaz Muhamad Towil Akhirudin, S.S.I., M.Pd., Dosen Universitas Darunnajah, dengan tema “Dari Hati Ibrahim ke Rumah Kita, Lalu ke Medan Masyarakat: Revolusi Jiwa, Keluarga, dan Masyarakat dalam Ibadah Kurban.”
Khotib membawa jamaah menelusuri tiga babak makna kurban yang memancar dari kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, mulai dari dimensi batin, keluarga, hingga tanggung jawab sosial kemasyarakatan.
Pada babak pertama, khotib menekankan bahwa kurban sejati adalah perjuangan melawan ego dan ketergantungan pada selain Allah. Ia mengajak jamaah merenungkan “Ismail” dalam diri masing-masing, apakah itu jabatan, pengakuan sosial, atau bahkan kesombongan atas label keagamaan.
Mengutip Ibn ‘Atha’illah al-Sakandari, khotib mengingatkan bahwa ketaatan yang melahirkan kesombongan lebih berbahaya dari kemaksiatan yang menimbulkan kerendahan hati.
Pada babak kedua, khotib menyoroti model pendidikan Ibrahim yang mengajak anaknya berdialog, bukan memaksanya taat secara mekanis. Model ini, menurutnya, telah diinstitusionalisasikan dalam tradisi pesantren, di mana kiai berperan sebagai ayah spiritual yang menumbuhkan kesadaran dari dalam diri santri, bukan sekadar mencetak hafalan.
Di babak ketiga, khotib menegaskan bahwa spiritualitas tidak sah jika mengabaikan persoalan sosial di sekitarnya. Ia mendorong jamaah, alumni pesantren, dan para haji mabrur untuk menjadi agen perubahan nyata melalui program Qurban Bergulir, koperasi syariah berbasis masjid, dan wakaf kolektif untuk beasiswa anak yatim.
Sebagai Penutup, khotib berpesan agar setiap Muslim pulang bukan hanya sebagai pemakan daging kurban, melainkan sebagai pribadi yang tangguh secara batin, dialogis dalam keluarga, dan berdampak luas bagi masyarakat.
