Rektor Universitas Al-Azhar Siap Menanti Santri Darunnajah Untuk Belajar di Al-Azhar Mesir

Rektor Universitas Al-Azhar Siap Menanti Santri Darunnajah Untuk Belajar di Al-Azhar Mesir

Rektor Universitas Al Azhar Mesir, Prof. Dr. Salamah Daud di Pondok Pesantren Darunnajah

Pondok Pesantren dan Universitas Darunnajah menerima kunjungan kehormatan dari Rektor Universitas Al Azhar Mesir, Prof. Dr. Salamah Daud dalam rangka Seminar Internasional bertema “Peran Wasathiyyah dalam Membangun Perdamaian Global dan Menangkal Islamofobia” pada Jumat, 21 Februari 2025. Kunjungan ini menjadi momentum penguatan kerja sama antara dua lembaga pendidikan Islam yang telah terjalin selama hampir empat dekade.

Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh Muhammad Isbahi Alghifari. Suasana khidmat menyelimuti ruangan saat ayat-ayat Allah bergema, menjadi pembuka yang menginspirasi bagi seluruh peserta yang hadir dalam acara bersejarah ini.

Dalam sambutannya, Pimpinan Pesantren Darunnajah Dr. KH. Sofwan Manaf, M.Si mengungkapkan rasa syukur dan kehormatan atas kunjungan berharga ini. “Kami merasa sangat bersyukur atas kunjungan berharga ini. Ini adalah kehormatan besar bagi kami, dan kami menganggapnya sebagai nikmat yang luar biasa. Ahlan wa sahlan wa marhaban bikum, semoga keberkahan menyertai langkah-langkah Anda, dan semoga perjalanan Anda selalu mendapat bimbingan dan pertolongan dari Allah SWT,” ucapnya penuh hikmat.

Sejak tahun 1986, Darunnajah telah mengirimkan banyak alumninya untuk menimba ilmu di Universitas Al-Azhar, Kairo. Para alumni ini kemudian kembali ke tanah air untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat dengan ilmu yang telah didapatkan. Bahkan, beberapa guru dari Al-Azhar turut berperan dalam mendirikan serta berkhidmat di lembaga Darunnajah.

Prof. Dr. Salamah Daud dalam pidatonya menyampaikan tentang kedekatan historis antara kedua lembaga. “Sebelumnya Pesantren Darunnajah pernah diterima Grand Syekh Al Azhar, Syekh Dr. Sayyid Thontowi, dan beliau telah menyampaikan nasihat-nasihatnya. Sebelumnya, Grand Syekh Dr. Ahmad At Toyyib juga pernah hadir di tempat ini, yang turut menyampaikan pesan-pesan berharga,” ujarnya.

Beliau juga menegaskan, “Para santri Darunnajah memiliki kedekatan yang kuat di hati para Azhariyyun. Hubungan antara Darunnajah dan Universitas Al-Azhar pun terjalin erat, mencerminkan ikatan yang mendalam antara kedua lembaga ini.” Pernyataan ini menjadi bukti kuatnya ikatan pendidikan Islam transnasional yang telah terbangun selama puluhan tahun.

Kerja sama antara Darunnajah dan Al-Azhar telah diperkuat melalui berbagai program strategis, termasuk pengiriman utusan (Mab’uts) dari Al Azhar untuk pengembangan pendidikan di Darunnajah. Selain itu, ada partisipasi guru Darunnajah dalam program penataran dan pelatihan di Mesir sejak 1997 hingga 2020, serta pengakuan kesetaraan ijazah SLTA Darunnajah oleh Universitas Al Azhar sejak 1990-an.

Penguatan hubungan juga ditandai dengan pembaruan kesetaraan ijazah pada tahun 2017 dan 2024. Kemajuan ini semakin dipertegas dengan kunjungan bersejarah Grand Syekh Al-Azhar asy-Syarif, Prof. Dr. Ahmad at-Tayyeb pada 11 Juli 2024 lalu, yang merupakan tonggak penting dalam sejarah kerja sama kedua lembaga.

Kabar menggembirakan datang ketika Prof. Dr. Salamah Daud menyatakan bahwa Universitas Al-Azhar akan memberikan kesempatan bagi para santri dan santriwati Darunnajah untuk melanjutkan pendidikan di Al-Azhar, Kairo. “Kami dengan penuh harapan sangat menantikan dan menyambut kedatangan para santri yang akan menuntut ilmu di Mesir,” tegas beliau.

Pernyataan ini menjadi jaminan bagi para santri Darunnajah yang bercita-cita menimba ilmu langsung dari pusat peradaban Islam tertua di dunia. Kunjungan ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi juga menjadi jembatan penghubung masa depan yang menjanjikan bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia melalui kerja sama internasional yang semakin kokoh.

Pendaftaran Santri Baru