Ahad pagi (28/6/2009), siluet sinar kuning keemasan dari balik perbukitan mulai menghangatkan suasana. Lambat namun pasti, rona itu menggerogoti kabut yang menyelimuti pesantren Darunnajah Cipining. Semakin tampak pula 3 bus telah siap berjejer di area parkir menunggu aktivitas selanjutnya.

Beberapa jam kemudian, aktivitas terjadi. Ketiga bus yang mulai dipanaskan mesinnya oleh masing-masing pengendaranya tersebut mulai pula didatangi para guru Darunnajah Cipining beserta anak-anak dan istrinya dengan membawa perbekalan secukupnya. Keramaian pun tak dapat dihindari.
Ustadz Isa Abdillah yang memegang tampuk kepala rombongan dibantu dengan Ustadz Nasihun mulai memberikan intruksi sembari mengatur penempatan. Bus 1 dan 2 diisi oleh guru yang telah berkeluarga, sedangkan bus ke-3 untuk guru yang belum menikah (bujang). Selanjutnya, berbagai peralatan dan konsumsi diangkut pula ke dalam bus.
Dengan membaca do’a safar, ketiga bus pun mulai bergerak melaju ke pantai Karang Bolong melewati Jasinga dan mengambil arah Serang. Perjalanan memakan waktu 6 jam. Pukul 13.30 WIB rombongan mulai memasuki area parkir wisata Karang Bolong.
Sebelum menikmati fasilitas dan panorama pantai, rombongan menunaikan sholat Dzuhur dan Ashar yang dilakukan secara Jama’ taqdim. Usai itu, makan siang menjadi kegiatan selanjutnya. Kegiatan ini, dilakukan di 2 vila pinggir pantai yang telah disewa panitia.
Merasa cukup dengan istirahat dan makan siang, rombongan mulai berganti pakaian dan meluncur menuju pantai. Beberapa guru yang membawa anak-anaknya langsung berenang dengan menyewa sebuah ban besar. Istri-istri guru yang enggan berenang, mengalihkan kegiatan dengan bermain di pasir membuat aneka permainan dari pasir.
Suasana terik saat itu mereka hiraukan untuk tetap melakukan berbagai aktivitas pantai. Bahkan guru-guru bujang dan yang telah berkeluarga menyelenggarakan sepak bola di pinggiran pantai. Seolah-olah menjadi kesempatan yang sangat mahal, mereka pun bertanding hingga pencetakan gol tidak terhitung lagi.
Untuk menambah keakraban dan kekeluargaan, panitia membagikan doorprize. Puas dengan aktivitas yang dilakukan setahun sekali ini, rombongan mulai membersihkan diri untuk selanjutnya mereka menikmati jajanan dan cindera mata yang dipamerkan di setiap sudut tempat. Ada yang membeli kelapa muda dan makanan yang terbuat dari ikan laut. Ada pula yang belanja baju pantai, kerajinan kerang, dan berbagai cindera mata lain untuk dibawa pulang.
Memasuki hari senja, tour guru-guru dan keluarga besar Darunnajah Cipining ini kembali meninggalkan objek wisata Karang Bolong. Badan mereka yang letih dan lelah dari aktivitas hari itu, mereka istirahatkan di atas bus yang berjalan melaju menyusuri jalan pulang. Di atas bus, masing-masing saling merekam kenangan dan pengalaman serta harapan.
