Ratusan santri putra Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta bersama 20 ustadz pendamping mengikuti kegiatan Dzikir, Doa, dan Sholawat Kebangsaan yang digelar di Monumen Nasional, Sabtu, 1 Agustus 2026. Rombongan diberangkatkan menggunakan sepuluh bus pukul 13.30 WIB menuju lokasi kegiatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Agama di bawah koordinasi Kementerian Sekretariat Negara. Acara turut dihadiri Presiden RI, Menteri Agama, Menteri Sekretaris Negara, serta Habib Syech yang memimpin pembacaan sholawat bersama peserta dari berbagai lembaga pendidikan, pondok pesantren, dan tokoh masyarakat.
Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin menyampaikan bahwa perjalanan panjang bangsa selama delapan dasawarsa lebih menjadi bukti nyata kekuatan Indonesia. “Indonesia adalah bangsa yang terus bergerak dan tetap berdiri kuat,” ujarnya, menegaskan bahwa doa dan zikir kebangsaan menjadi wujud syukur sekaligus permohonan perlindungan bagi bangsa untuk terus melangkah bersama.
Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang menjadi pembicara utama dalam acara tersebut, menekankan tiga pesan penting kepada seluruh peserta. Pertama, kemerdekaan Indonesia diraih atas rahmat Allah sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Kedua, kerukunan antarumat beragama merupakan modal dasar pembangunan bangsa yang harus terus dijaga bersama. Ketiga, kekuatan sebuah bangsa tidak semata bersumber dari ekonomi dan politik, melainkan juga dari keluhuran akhlak, doa, dan persatuan seluruh elemen masyarakat.
Keikutsertaan santri Darunnajah dalam kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air sekaligus memperkuat nilai ukhuwah dan kepedulian sosial sejak dini. Pesantren berharap momentum kebangsaan seperti ini terus menjadi bagian dari proses pendidikan karakter santri, sejalan dengan semangat menjaga persatuan dan kerukunan bangsa.
[A.N.A]
