SERANG/dn3.com – Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta saat ini membawahi 14 Pesantren Cabang yang tersebar di bebarapa propinsi, diantara 14 cabang tersebut terdapat 3 pesantren cabang yang berada di jalan palka Kabupaten Serang, yaitu Darunnajah 3 Al-Manshur, Darunnajah 4 Tsurayya dan Darunnajah 14 Nurul Ilmi. Untuk menyamakan visi, misi dan merapatkan barisan, pihak Darunnajah Jakarta mengadakan rapat gabungan guru Darunnajah 3, Darunnajah 4 dan Darunnajah 14, pada hari Senin, 6 Desember 2010, bertempat di Aula Darunnajah 3 Serang, Banten. Pada rapat tersebut hadir sebanyak 90,1% dari total guru sebanyak 81 orang.

Rombongan dari Darunnajah langsung di pimpin oleh Pimpinan Pesantren KH. Sofwan Manaf, M.Si., Direktur STAIDA, H.Aunur Rofiq, M.Pd., Biro Kemasyarakatan H.Mardhani Djuhri, MA., Biro Pendidikan H. Ghufron Dardiri, M.Pd., Biro Rumah Tangga, H.Lili M.Darli, M.Ag., Pimpinan Darunnajah 8, Hadiyanto Arief,M.Bs. dan juga H. Nuruddin Ambari, S.Ag.

Dalam sambutannya, H.Mardhani Zuhri selaku Ka. Biro Kemasyarakatan, me-Refleksi perjalanan hidupnya pada tahun 1980 ke Darunnajah dan keliling kebeberapa daerah dan akhirnya kembali lagi ke Darunnajah. Selain itu, beliau juga mengingatkan kembali nilai-nilai yang ada pada 5 panca bina dan 5 panca jiwa.

KH.Sofwan Manaf, M.Si., selaku pimpinan Pesantren Darunnajah Jakarta menyampaikan beberapa hal mulai dari kisah perjalanannya naik haji, dan kemudian beliau menarik pelajaran dari pelaksanaan ibadah haji adalah bergerak, bergerak dalam segala hal “kalau kita bergerak, datang barokah, datang kebaikan” selain itu beliau juga mengingatkan bahwa kita jangan terjebak pada suatu konflik, sebaliknya kita saling menguatkan satu sama lain. “Jangan saling menonjolkan kekuangan yang lain” sambungnya, untuk menutupi kekurangan-kekuangan memang “perlu waktu, kebijakan, dan jalan keluar, untuk menutupi kekurangan yang ada”. “Sumber Daya Manusia, peraturan, dana, dan kebijakan, dan perlu penguatan diantara pengambil kebijakan” merupakan solusi permasalahan yang ada di cabang terutama di Darunnajah 3, 4 dan 14 ini. Sesama guru jangan saling profokasi, dan labih hati-hati terhadap kebijakan dan ucapannya, serta jangan menjatuhkan satu sama lain. Lebih lanjut, H.Sofwan Manaf menyampaikan bahwa untuk menunjang SDM yang baik perlu adanya Perguruan Tinggi sehingga guru-gurunya dapat melanjutkan pendidikanya kejenjang yang lebih tinggi.

Untuk masalah ini pihak Darunnajah akan membuka Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah (STAIDA) dengan jurusan Tarbiyah, Syariah, dan Komputer. “Guru yang mengajar di Darunnajah, harus kuliah di STAIDA” salah satu point rapat badan tertinggi Darunnajah yang harus dilaksankaan oleh Direktur STAIDA Drs.H. Aunur Rofiq, M.Pd.

Menjelang akhir rapat, Drs.H. Mustofa Hadi Chirzin, selaku Pimpinan Darunnajah 3 Al-Manshur juga mengikatkan kita bahwa diantara kita perlu adanya “Kepercayaan dan Ketaatan”. Kepercayaan kepada pengambil keputusan dan ketaatan akan melaksanakan keputusan tersebut.