Pada sambutannya KH. Mahrus Amin menjelaskan 6 hal yang akan memanjangkan usia manusia, yaitu; shodaqah, do'a, berbakti kepada ke dua orang tua/birrul walidain, silaturrahmi, qiyamullail dan istighfar qobla fajar.
Pendiri Darunnajah Jakarta tersebut juga membakar semangat para generasi muda untuk berkemauan kuat membuka pesantren, seperti yang beliau lakukan di berbagai daerah. Alumni Gontor ini juga menerangkan kembali visi pesnatren yang dipimpinya untuk menjadikan santri Ulama' (Cendekiawan), Zu'ama (Pemimpin) dan Aghniya' (Matang secara Financial).
Untuk Sambutan berikutnya disampaikan oleh H. Syaifuddin Arif, S.H., M.H. selaku ketua umum yayasan Darunnajah dan Pimpinan Darunnajah Pamulang ini mengawalinya dengan memimpin do'a untuk segenap pendiri dan mujahid Darunnajah.
Notaris syari'ah ini juga menjelaskan panjang lebar tentang idealisme pendiri Darunnajah yang mengharuskan seluruh unit dan lembaga pendidikan harus dalam bingkai pesantren, upaya serius untuk menyediakan pendidikan dengan biaya terjangkau bahkan gratis jika memungkinkan, dan pembinaan kader yang berkesinambungan dan terukur.
Pada giliran terakhir sambutan adalah KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc ketua Dewan Nadzir Yayasan Darunnajah dan Pimpinan Darunnajah Cipining Bogor, menguraikan beberapa hal yang pertama dengan penegasan bahwa pengasuhan santri adalah qolbu ma'had (jiwanya pesantren).
karenanya, menurut beliau penguatan pemahaman dan pengamalan agama harus menjadi prioritas. Jika hal tersebut dapat teraplikasi dengan maksimal, maka dengan sendirinya akan meminimalisir bahkan menetralisir pelanggaran disiplin pesantren.
Alumni Ummul Qura Makkah tersebut kembali mengungkapkan visi pesantren yang dipimpinya sejak 1988, yaitu untuk mencetak generasi IMAMA (Imam: Pemimpin, Muttaqin: Bertaqwa, Alim: berilmu, Muballigh: Juru Da'wah, Amil: Trampil dalam mengamalkan ilmu).
Hadir dalam Rapat Evaluasi BPS dan Forum Sharing ini berjumlah 30 orang ustad-ustadzah yang terdiri dari unsur biro pengasuhan di Darunnajah 1,2,3,4,7,8 dan 9.
Pada sesi Rapat pertama, Jum'at 11/12/09 diisi dengan evaluasi disiplin keamanan Darunnajah jakarta dan disertai dengan tanya-jawab dan sumbang saran dari Darunnajah cabang.
Banyak tanggapan dan sumbang-saran yang disampaikan dalam sesi ini, antara lain dari KH. Musthofa Hadi Chirzin, pimpinan pesantren Darunnajah 3 Al Mansyur Serang Banten yang menyampaikan pentingnya landasan ilmu dan kepintaran serta kecerdasan segenap jajaran pengasuhan santri dalam mengakomodir kearifan lokal.
Dengan gaya tuturnya yang santun dan ilmiah, para peserta banyak mendapat inspirasi baru. "Laa yastiqiimu adzdzillu idzaa a'wajal uudu!" maksudnya bahwa santri merupakan bayangan dewan ustadz, perilaku para peserta didik mencerminkan tidak-tanduk gurunya.
Adapun setelah Sholat Jum'at, segenap peserta musyawarah kembali mendapatkan motivasi dari KH. Drs. Sofwan Manaf, M.Si. Beliau membuka pencerahannya dengan menuturkan perjalanan ke bengkulu, Sumatra yang baru saja dilakukannya untuk membebaskan tanah dan mengevalusai pesantren Darunnajah yang ada di sana.
KH. Drs. Sofwan Manaf, M.Si, juga menyampaikan bahwa pendirian banyak cabang Darunnajah di berbagai daerah adalah untuk memperkuat Darunnajah itu sendiri. Beliau juga menekankan agar kegiatan pengasuhan santri harus berorientasi pada proses bukan hasil. Dan secara teknis, beliau mengarahkan agar berbagai kegiatan ekstrakurikuler mengacu pada petunjuk pelaksanaan dan teknis Pekan Olah Raga Pesantren Nasional (POSPENAS) yang akan digelar pada Juli 2010 di Jawa Timur.
Forum sharing pengasuhan santri yang belum terbahas pada sesi-sesi sebelumnya. Secara umum dalam pertemuan 3 hari ini banyak menelurkan ide dan gagasan serta upaya peningkatan pengasuhan dan pelayanan santri.
Beberapa point yang sudah dilakukan di Darunnajah Cipining mendapatkan apresiasi dari forum dan akan diaplikasikan di pesantren-pesantren lainnya, antara lain; penguatan pelaksanaan ibadah shoum sunnah, pengkondisian santri senior di shaff pertama dalam sholat jama’ah, memperbanyak membaca al Qur’an sebelum adzan, pemback up wali kelas dalam progam ibadah ‘amaliah oleh wali kamar, ta’lim lughah harian yang bervariasi dengan mengacu kepada 4 ketrampilan berbahasa (listening, speaking, reading, writing) dan melibatkan lebih banyak komponen, juga laporan kegiatan individu kepada pimpinan pesantren sebagai self control dan penumbuhan inner motivation, juga intensitas
pertemuan santri senior dengan kyai.
Di samping dalam sesi formal, mereka juga saling tukar informasi dan pengalaman dalam penanganan pengasuhan santri dalam kesempatan informal ketika makan bersama dan waktu rehat.
Alhamdulillah Rapat Evaluasi dan Forum sharing yang berjalan dengan baik, juga mendapat sambutan yang positif dan apresiasi dari kawan-kawan pengasuhan santri baik dari Darunnajah pusat maupun Cabang. Semoga kita selalu dalam lindungan dan Petunjuk Allah dalam mendidik Santri-santri. Amien!