Putri Studi Banding ke Bandung
Menu

Putri Studi Banding ke Bandung

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

“Carilah ilmu sampai ke negeri China” Mudah-mudahan pepatah ini bukan hanya sebuah slogan yang dihafal. Yang lebih penting adalah bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itulah, pengurus OSDC putri masa bhakti 2007/2008, yang baru seumur jagung, berinisiatif untuk menimba ilmu dan curah pendapat ke pesantren lain.

Tujuan kunjungan dan diskusi kali ini adalah pesantren Al-Basyariyah di Bandung Jawa Barat. Rombongan berjumlah 38 orang santri, didampingi oleh Kepala Asrama Putri, Ustadz Kamilin; Ustadz Nasikun Sugik, SE; Ustadz AA Husein; Ustadzah Kunarti SPd.I; Ustadzah Tresna Amalia, A.Ma; Ustadzah Musyarofah, AMa dan Ustadzah Ela Hulasoh, S.Sos. Rombongan berangkat Selasa, 17 April 207, pukul 22.00 WIB. Setiba di lokasi kunjungan, Rabu dini hari, pukul 03.00, rombongan langsung disambut hangat oleh santri putri Al-Basyariyyah dan diajak bergabung untuk melaksanakan sholat malam/tahajud sekaligus jamaah shubuh.

Kegiatan dilanjutkan dengan olahraga bersama dari pukul 06.00-07.30 pagi. Hal yang menambah seru adalah pertandingan persabhabatan bola voli yang dimenangkan oleh tim Darunnajah. Setelah mandi, pukul 08.00 mereka sarapan bersama. Kemudian pada pukul 08.30 seluruh pengurus Organisasi Siswi PP Al-Basyariyyah (OSPA), beberapa orang guru dan Buya Drs KH Syaiful Azhar (serta tentunya pengurus OSDC putri dan para pembimbing) telah siap dalam di dalam ruang pertemuan untuk memulai forum dialog dan berbagi pengalaman dalam manajemen organisasi santri dan kepengasuhan. Acara berlangsung dalam suasana yang hangat, terbuka dan semangat.

Tujuan utama dari studi banding tersebut adalah untuk memotivasi pengurus baru OSDC putri dan untuk semakin menambah semangat dalam menjalankan roda organisasi, juga sebagai kaca perbandingan.

Menurut beberapa orang pengurus OSDC putri peserta kunjungan, memang terdapat beberapa kesamaan antara Al-Basyariyah dan Darunnajah Cipining, di samping kelebihan yang dimiliki masing-masing. Adapun hal-hal yang bisa diteladani dari Al-Basyariyah di antaranya penerapan disiplin pengasuhan, khususnya keamanan yang bagus, penerapan bahasa yang optimal, dan manajemen ibadah yang baik (sholatul lail sudah merupakan “kewajiban” bagi santri.

Selain itu ada suatu hal yang unik yaitu “ghurfatut tahannuts” atau ruang sel (tahanan) yang merupakan ruang khusus bagi santri yang melanggar disiplin. Di ruang tersebut santri diarahkan untuk bertaubat dan menyadari kesalahan. Uniknya lagi bagi pengurus yang melanggar disiplin dicopot dari kepengurusan lalu dijadikan “Jasus Ma’had” (intel pesantren) yang bertugas melaporkan pengurus yang melanggar disiplin.

Sayangnya suasana yang akrab, hangat dan bersahabat harus terhenti pukul 13.30 WIB, ditutup dengan berfoto dan makan siang bersama.

Dan sebagai penyegar dalam perjalanan pulang, rombongan diberikan waktu 1,5 jam untuk berjalan-jalan di Cibaduyut, salah satu lokasi wisata belanja di Bandung. Oleh-oleh Cibaduyut sudah di tangan, dan oleh-oleh ilmu berorganisasipun siap diaplikasikan!.

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
TK Darunnajah Jakarta

Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 H oleh TK Islam Darunnajah

Assalamualaikum…….. اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita