Lihat dan rasakan
Para penyu yang pergi bergandengan
Dan akan berpisah dalam perantauan di lautan
Layak kami yang tak lagi memijak bersama
Mencoba mengarungi samudera kehidupan
Dalam lautan masyarakat dengan gelombang kemaksiatan
Tengoklah sebentar ke atas wahai umat
Disana sayap merentang begitu lebar demi kicauan kecilnya
Sayang disayang, tak sanggup melampaui rentangan guru-guru kami
Yang tak hanya merengkuh melindungi
Namun membimbing dengan islam
Menjaga dengan kedisiplinan
Memeluk dengan iman
Ya Rabb..
Dengarlah rintihan kasih sayang kami
Untuk orangtua kami, di pesantren yang meluap akan keberkahan
Bahwa di relung kami dan tak hanya ucap lisan
Atas rentang terhinggaan dari kata terima kasih dan maaf
Wahai guru dan sahabat
Tak hingga maaf ini
Atas keterpurukan sifat dan sikap
Yang mudahnya menghancurkan hati
Wahai guru yang terbaik
Lebih dari tak hingga terima kasih ini
Dorongan atas nama Ar-Rahman
Dukungan atas nama Ar-Rahim
Seperti sandaran dalam takdir kami
Wahai para sahabat, dengarlah ini
Tak hingga pula terima kasih
Diujung waktu yang akan terselesaikan
Di penghujung kebahagiaan
Dan tak terwakilkan dengan apa pun
Atas menyatunya rindu hati
Karena, kebersamaan dalam masa
Rengkuhan dalam perjalanan
Dan menatap bersama dalam gapaian kata-kata
(Karya Edna Efrida, Alumni Pondok Pesantren Darunnajah tahun 2011, Puisi ini ditulis pada tanggal 6 Mei 2011, beberapa hari sebelum Haflatut Takharruj Angkatan XXXIV)