Pesantren Darunnajah 2 Cipining kembali menggelar program unggulan tahunan “Tarbiyah Amaliyah” yang resmi dibuka pada tanggal 25 Januari 2025. Program yang diselenggarakan oleh divisi kurikulum TMI dan dinaungi oleh Departemen TMI Darunnajah 2 Cipining ini merupakan ajang praktik mengajar bagi 171 santri putri kelas 6 TMI (kelas akhir).

Program Tarbiyah Amaliyah menjadi salah satu pilar utama dalam sistem pendidikan di Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Sebelum praktik mengajar, para santri putri menjalani serangkaian pembekalan intensif yang didampingi oleh para ahli di bidang pendidikan. Persiapan ini meliputi aspek teknis pengajaran dan pembentukan karakter sebagai pendidik yang akan menjadi teladan bagi murid-muridnya kelak.
Kekuatan program ini terletak pada kualitas pembekalan yang diberikan oleh narasumber terbaik dari seluruh cabang Darunnajah. Mereka adalah tokoh-tokoh pendidikan yang telah membuktikan dedikasi dan keahlian dalam dunia pengajaran, di antaranya:
- H. Bustomi Ibrahim, M.Ag., Ph.D. membawakan topik tentang sifat guru secara umum.
- Hendro Risbiyantoro, M.S. membahas aspek supervisi dan pendampingan dalam proses pembelajaran.
- M. Irfanudin Kurniawan, M.Ag. membagikan metode pengajaran untuk mata pelajaran tafsir dan mahfuzhat.
- Afaf Saifullah Kamalie, M.Pd. memberikan wawasan tentang metodologi pengajaran muthalaah yang interaktif.
- Jajaran Usth. Ber-pengalaman lainnya yang berkontribusi sesuai bidang keahlian masing-masing.
Dalam penyelenggaraan program sebesar Tarbiyah Amaliyah, tantangan terbesar adalah memastikan ketersediaan narasumber berkualitas.
Untuk mengatasinya, panitia menerapkan strategi perencanaan jangka panjang dan komunikasi intensif dengan para narasumber potensial. Mereka juga memanfaatkan teknologi untuk memfasilitasi sesi yang tidak memungkinkan dilakukan secara tatap muka langsung.

Program ini memberikan dampak jangka panjang bagi peserta, di antaranya pembentukan rasa percaya diri untuk berbicara di depan umum dan mengajar, penguasaan teknik pedagogis melalui praktik langsung, serta pengembangan soft skills seperti komunikasi, manajemen waktu, dan pemecahan masalah.
Keunikan program Tarbiyah Amaliyah juga terletak pada integrasinya dengan program Praktik Dakwah dan Pengembangan Masyarakat (PDPM). Setelah menyelesaikan Tarbiyah Amaliyah, para santri putri akan mengaplikasikan keterampilan mengajar mereka dalam konteks yang lebih luas di tengah masyarakat.
Integrasi ini memberikan kesempatan bagi para santri putri untuk menyesuaikan pendekatan pengajaran dengan berbagai konteks sosial dan budaya yang berbeda.
Sebagai bentuk apresiasi, program ini memberikan penghargaan khusus kepada santri putri yang menunjukkan performa terbaik, berupa sertifikat dan pengakuan yang dapat menjadi nilai tambah dalam perjalanan karir mereka di masa depan.
Program Tarbiyah Amaliyah merupakan bukti nyata komitmen Pesantren Darunnajah 2 Cipining dalam mencetak generasi pendidik berkualitas. Keberhasilan program ini menjadi tolak ukur bagaimana institusi pendidikan berbasis pesantren terus beradaptasi dengan tuntutan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi pendidikannya.

