Ciptakan Penulis Handal di Masa Pandemi, SD Islam Darunnajah Hadirkan Program One Book One School

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

One Book  One School (OBOS) adalah sebuah gerakan untuk mewujudkan mimpi para siswa agar karya tulisnya dapat dibukukan menjadi sebuah buku mandiri yang diterbitkan oleh sekolah. SD Islam Darunnajah Jakarta menjadi salah satu sekolah dari belasan sekolah swasta di Jabotabek yang mengikuti program penulisan ini. Kegiatan pelatihan menulis OBOS merupakan kolaborasi tim jurnalis SD Islam Darunnajah dengan Komunitas Literasi dan penerbit ellunar.

Program pelatihan menulis ini merupakah yang kedua kalinya SD Islam Darunnajah ikut yang dilaksanakan secara online pada hari Sabtu-Minggu, 29-30 Agustus 2020. Kegiatan ini merupakan salah satu program pendamping home learning di masa pandemi agar para siswa tetap aktif dan kreatif menyalurkan hobi dan kegemarannya.

Peserta pelatiahan menulis adalah para siswa dari kelas tiga, empat, lima dan enam yang sebagian besar hobi membuat cerpen, serta ada beberapa peserta yang merupakan alumni dari pelatihan tahun lalu. Walaupun peserta tahun ini tidak sebanyak pelatihan yang pertama, namun antusiasme siswa perlu terus di jaga agar tradisi menulis dan menerbitkannya  menjadi sebuah buku tetap terpelihara.

Pelatihan menulis dilaksanakan secara online selama 2 jam dengan menggunakan media video dan jejaring sosial whatsapp. Materi disampaikan menggunakan video sedangkan untuk tanya jawab dan penugasan menggunakan whatsapp.

Komunikasi para peserta  dengan pelatih terlihat sangat interkatif terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh para siswa terkait dengan materi yang disampaikan. Kak Lala dan Kak Fasha selaku pembicara menjawab setiap pertanyaan dengan rinci dan jelas sehingga para siswa mendapatkan solusi yang diinginkan.

Ada tiga tema yang ditawarkan dalam pelatihan penulisan kali ini, yaitu  tema lingkungan, persahabatan, dan fantasi. Dari tiga tema tersebut para peserta secara aklamasi memilih tema persahabatan sebagai bahan untuk membuat cerita. Tema persahabatan menjadi hal yang menarik untuk dibuatkan menjadi sebuah tulisan karena keunikannya melibatkan emosi penulisan yang biasanya hasil dari pengalaman pribadi.

Walaupun gerak dan interaksi siswa terbatas karena pandemi, sekolah tetap harus memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Pengembangan minat dan bakat siswa tidak boleh berhenti, sekolah harus memanfaatkan keluangan waktu dengan memberikan kegiatan yang dapat mengeksplor kreatifitas peserta didik sehingga para siswa tetap produktif di masa pandemi, terang Syukron Asy’ari, S.Pd.I selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.

Semoga di akhir tahun pelajaran 2019/2020 buku karya siswa SD Islam Darunnajah sudah diterbitkan dan dapat dinikmati oleh khalayak  sebagaimana tahun lalu dua karya siswa sekolah tercinta launching di toko buku legendaris di kawasan Kwitang Jakarta Pusat. Prestasi tiak diraih secara instan, perlu kesungguhan, perlu proses dan pengorbanan untuk mencapainya. Seperti kata pepatah “berakit-rakit ke hulu bersenang-senang kemudian”./ Ahmad_awaludin21

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Kegiatan Fathu Kutub Santri Akhir Putri

Cidokom Post – Sejak Sabtu (24/10) Pondok Pesantren Anur Darunnajah 8 mengadakan kegiatan tahunan Fathu Kutub untuk santri akhir TMI. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula