Produktivitas Lahan Pesantren

Saat ini, salah satu pendayagunaan lahan pesantren yang tengah dilakukan oleh pengelola, dalam hal ini adalah biro usaha, yaitu penanaman bibit pohon. Sebanyak 20 ribu sengon dan 30 ribu akasia mangium, menjadi alternatif bibit pohon yang ditanam pada lahan seluas 20 hektar. Selain tidak terlalu memerlukan perawatan secara intensif, kedua pohon ini memang sangat cocok dengan kultur tanah yang ada.

Kedua pohon ini juga dirasa memiliki kecenderungan mudah tumbuh. Jenis kayunya bagus, ekonomis, pun kondisi kayu cukup kuat. Masa panen relatif cepat yaitu 4-5 tahun. Dari masa 4-5 tahun ini,  secara regular pesantren bisa melakukan panen setiap hari. Proses ini dilakukan sebagai bentuk penjarangan agar  dapat menghasilkan kayu yang baik nantinya.

Hasil panen penjarangan, biasanya setelah besar kayu cukup dibuat kaso. Adapun benih pembibitan, kepala biro usaha, Ustadz Trimo, S.Ag, mengaku pesantren sudah bisa menyediakan sendiri. Secara umum, pesantren bisa dibilang mandiri dalam pengadaan kayu ini, mulai dari pembibitan, penanaman, pembesaran, hingga menjadi bahan setengah jadi.

Adapun untuk ukuran panen, kayu harus berukuran minimal berdiameter 20 cm. Dari hasil panen ini, Alhamdulillah, untuk kebutuhan kayu, pesantren tidakn pernah mengambil dari luar. Bahkan, masih menurut Ustadz Trimo, hasil panen kayu lahan Darunnajah Cipining dapat mensuplay kebutuhan Darunnajah grup. Sesekali, pesantren juga menjual kayu tersebut ke pihak luar pesantren.

“Swasembada kayu di pesantren kita ini telah dirasakan semenjak berdirinya pesantren. Apalagi sekarang, setelah kita memiliki gesekan kayu sendiri, semuanya semakin mandiri. Lha itu contohnya, pembuatan lemari-lemari santri, semuanya bahan ya dari kayu kita” ujar Ustadz Trimo.

Saat ini, dengan dibantu karyawan tetap sebanyak 24 orang, pesantren kian eksis membudidayakan kayu tersebut. Luasnya lahan, juga menjadi kesempatan buat pesantren guna terlibat dalam mendukung program eco-pesantren. Semoga keberkahan selanjutnya dapat dirasakan secara maksimal oleh ummat. (Wardan/Billah).