Porseka ke-23 Resmi Dibuka

Di depan seluruh peserta upacara, diawali dengan lengkingan takbir sebanyak 3 kali, Rabu (21/7) pimpinan pesantren, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. Yang bertindak selaku pembina upacara, membuka dengan resmi kegiatan Pekan olah raga, seni, dan pramuka (Porseka) ke-23, tahun 2010. Sebagai simbol, beliau menggunting pita berhiaskan bunga serta balon yang terletak di depan panggung utama.

Porseka XXIII: Pimpinan Pesantren Membuka Secara Resmi Dengan Pemotongan Pita
Porseka XXIII: Pimpinan Pesantren Membuka Secara Resmi Dengan Pemotongan Pita

Dalam amanatnya, beliau mengharapkan agar Porseka kali ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Karena Porseka ini merupakan ajang penggalian dan pengembangan bakat santri, maka beliau turut menginginkan agar para pembimbing dari dewan asatidz (guru) memberikan kontribusi dalam aplikasi pelaksanaannya.

Sebagai penutup dalam pelaksanaan upacara pembukaan Porseka sekaligus apel tahunan tersebut, beberapa kegiatan ekstrakurikuler ditampilkan guna meramaikan acara. Penampilan pertama ialah permainan drum band dari DCDB (Darunnajah Cipining Drum Band). Grup yang dipimpin oleh Zakiatunnisa Tamzis dan Fifi Romandati (keduanya kelas XI MA) sebagai mayoret itu mempersembahkan beberapa lagu dengan membentuk aneka variasi barisan.

Porseka XXIII: Upacara Pembukaan
Porseka XXIII: Upacara Pembukaan

Menyusul kemudian ialah aksi andika pramuka dari 3 regu pasukan khusus, yaitu santri putra asrama, santri putri asarama, dan siswi dari nonasrama. Dengan atribut dan style masing-masing regu, di permulaan penampilan, mereka berada di bawah satu komando mempertontonkan ketangkasan dan kekompakan dalam permainan tongkat, semaphore, dan beberapa gerakan variasi ala Darunnajah Cipining. Pada sesi kedua, masing-masing regu bermanuver dan memamerkan kebolehan mereka yang terpecah dalam beberapa kelompok.

Sementara pada  giliran  anak-anak SBDC (Seni Bela diri Darunnajah Cipining) memperoleh kesempatan tampil, selain menghadirkan beberapa jurus dalam tapak suci, beberapa pesilat membawakan jurus-jurus yang biasa dilombakan. Seperti di antaranya adalah jurus Wiraloka yang dipraktikan oleh Rivan Solihin, santri kelas VI MI Darunnajah Cipining. Kemudian TGR dibawakan oleh Syarif Hidayatullah, Maulana Yusuf dan Muhammad Nur yang sebelumnya tampil di Pospeda 2010 di Bandung. Disusul selanjutnya oleh Muhammad Fauzan dan Firmansyah yang tampak lincah plus memukau dalam duel menggunakan wiraloka plus Tunggalbaku.

Porseka XXIII: Laporan Kompi
Porseka XXIII: Laporan Kompi

Sebagai penutup, penampilan perdana dari hasil karya budaya nusantara berupa Tari Kecak oleh santri putra Darunnajah Cipining cukup menghibur. Tari asal Bali ini merupakan bentuk apresiasi santri dalam mencintai budaya sendiri yang kini cenderung ditinggalkan para pemuda. (Wardan/Billah)