santri nurul ilmi

santri nurul ilmi

Pondok pesantren adalah lembaga pendidkan yang sangat bertumpukan pada pendidikan agama  yang dimana kegiatan didalamnya adalah mengandung pendidikan yang islami dan bertujuan untuk menumbuhkan karakter para santri menjadi kakrakter yang tegas dan berani dan pondok pesantren merupakan lembaga satu-satunya lembaga pendidikan di indonesia yang mampu bertahan dalam system pendidikanya dari awal mula dibentuk sampai sekarang. Pondok pesantren wadah bagi siapapun yang ingin menimba ilmu agama islam tanpa ada paksaan dan dorongaan dari kalangan manpun untuk memasuki pondok pesantren karena disini hanya untuk orang yang benar-benar ingin menimba ilmu dan ikhlas untuk dididik dan ikhlas untuk mendidik.

Pendidikan pondok pesantren tak hanya untuk membina dan mendidik santri agar menjadi santri-santri yang disiplin namun juga untuk merubah kebiasaan seseorang dengan nilai-nilai yang terkandung dalam system pendidikan pesantren yang telah diatur sedemikian rupa agar santri tersebut bisa mendengarkan dan menjalani atas apa yang telah didengar dari pesan-pesan yang disampaikan oleh para ustadznya tentang bagaimana menjadi seorang yang akhlaknya mulia dan tentang bagaimana menjadi seseorang yang sukses dunia dan akhirat agar tergetar hatinya seorang tersebut dalam mendengarkan nasihat-nasiat yang disampaikan oleh ustadznya tersebut.

Ada yang mengatakan bahwa pondok merupakan tempat mendidik anak-anak nakal, pendapat ini sungguh merupakan kesalahan yang harusnya dirubah dalam pemikiran orang tersebut. Pondok pesantren bukan tempat dan wadah bagi anak-anak yang nakal akan tetapi pondok pesantren adalah tempat dimana seseorang yang ikhlas untuk dibina dan di didik oleh para gurunya dan merubah dirinya menjadi lebih baik lagi dengan binaan dan bimbingan dari para ustadznya dengan nasihat-nasihat dan ilmu yang membawa mereka mengerti tentang kebaikan-kebaikan dan balasan kebaikan tersebut, bukan tempat anak nakal yang kedengaranya terkesan seperti tempat tahanan atau sel penjara dimana tempat anak nakal di penjara dan di didik dengan kasar dan tanpa kaidah pendidikan yang baik dan benar sehingga apabila seseorang keluar dari sana mereka tak jauh berbeda dengan kelakuan mereka yang dulu. Kalau pondok pesantren tempat bagi anak-anak nakal maka apa bedanya pondok pesantren dengan lapas tempat bagi orang-orang yang memiliki kelakuan yang tidak baik?.

”Para santri adalah adonan, maka gurulah yang akan menciptakan kreasi hidangan dari adonan tersebut. Jika juru masaknya handal maka akan mensajilkan hidangan yang lezat, nikmat dan berkualitas!!”  demikianlah kata-kata yang disampaikan oleh KH.Abdul Manaf Mukhayar bahwa santri itu diibaratkan adonan mentah yang akan dibentuk oleh koki yang handal yaitu para ustadz yang akan membuat adonan tersebut menjadi lezat dan nikmat dari adonan yang tadinya tak dapat dimakan sekarang menjadi makanan yang jadi rebutan semua orang, itulah ilustrasi santri yang sesungguhnya namun bukan untuk santri yang tak ikhlas di didik. Santri yang tak ikhlas di didik atau terpaksa mereka ada di pondok itu ibaratkan sampah ditangah lautan yang apabila ada sampah ditengah lautan tersebut maka akan tersisihlah sampah tersebut dari tengah laut dan ditengah laut adalah tempat yang paling bersih tanpa ada sampah yang hinggap didalamnya ilustrasi ini sangat sesuai bagi anak-anak nakal yang masuk pondok pesantren, karena banyak diantar mereka yang hanya keluar dari pondok karena kelakuan dan tingkah laku dan juga adab mereka tak baik sehingga mereka dikeluarkan dari kesucian pondok.

Bagi anda para orang tua ingin menyekolahkan anaknya dipondok pesantren lebih baik tanyakan terlebih dahulu kepada anak anda apakah ia sudah sepenuh hati untuk masuk dalam lembaga pondok pesantren, dari pada nanti anak anda nantinya termasuk kedalam kategori sampah tengah lautan yang hanya akan numpang tempat dan kemudan kembali lagi ketempat asalnya yaitu daratan.

[email protected]