Pimpinan Pesantren Mengikuti Sarasehan dan Seminar Nasional

Beberapa waktu lalu Departemen Agama menyelenggarakan Sarasehan Nasional Pimpinan Pondok Pesantren dan Seminar Pendidikan dalam rangka perayaan Ulang Tahun Emas (Golden Anniversary) AIDA/IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ke-50. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Syahida Inn Kampus II UIN Jakarta.

Hari pertama, 22 Juni 2007, acara diisi dengan sarasehan nasional pimpinan pondok pesantren. Dalam sesi ini, disampaikan mengenai Pengembangan Produk Pesantren (Menuju Watak Wirausaha Pendidikan Islam Indonesia) oleh Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Drs. H. Amin Haedari, M.Pd.; dan Kurikulum Pendidikan Pondok Pesantren: Desain, Pengembangan, dan Evaluasi oleh Pimpinan Pondok Modern Gontor, KH. Dr. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A.

Di samping itu, pimpinan Darunnajah Jakarta, K.H. Drs. Sofwan Manaf, M.Si. juga berkesempatan menyampaikan tentang Tantangan dan Jaringan Kerja Pondok Pesantren Modern di Tengah Kota Metropolitan. Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan, Prof. Dr. M. Yunan Yusuf, menyampaikan ihwal Membangun Keunggulan Sistem Pendidikan Nasional melalui Pendidikan Pondok Pesantren.

Acara sarasehan menjadi lebih lengkap dengan dibukanya sesi dialog antarpimpinan pondok pesantren di penghujung acara. Sebelumnya, Pusat Peningkatan dan Jaminan Mutu UIN Jakarta memaparkan tentang diagnosis kebutuhan pondok pesantren dengan mengambil objek studi kasus di pesantren An-Nuqayah Madura dan pesantren Roudlatut Thalibin Rembang Jawa Tengah.

Pada hari kedua, acara dilanjutkan dengan seminar nasional dengan tema Perjalanan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama Menuju Keunggulan Pendidikan Nasional. Seminar ini dibuka dengan keynote speech oleh dr. Fasli Djalal, Ph.D., direktur PMTK Depdiknas.

Dalam kesempatan ini, pengalaman Muhammadiyah dan NU dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional dipaparkan oleh Prof. Dr. Din Syamsudin dan Dr. Masdar Farid Mas’udi. Selain itu, dipresentasikan pula model pendidikan nasional yang kokoh berdasarkan praksis pendidikan Muhammadiyah dan NU oleh Prof. Dr. H. Yahya Muhaimin dan Dr. H.M. Thoyib.