Malam panggung gembira HUT RI di Darunnajah Cipining dimulai pukul 20.30 WIB tepatnya di depan kafetaria santri. Acara ini batal diselenggarakan di panggung terbuka akibat cuaca buruk yang mengakibatkan hujan sehingga panggung menjadi basah.
Malam panggung gembira ini banyak menampilkan suguhan yang menarik, di antaranya: penampilan gabungan dari kelompok 1 dan 2 yang menampilkan kombinasi tarian daerah. Kelompok 3 dan 4 menampilkan sebuah lagu hasil kreativitas sendiri, sedangkan kelompok 5 dan 6 menampilkan tarian bebas. Adapun kelompok 7 dan 8 menampilkan sebuh video klip, kelompok 9 dan 10 menampilkan sebuah drama tentang kemerdekaan.
Yang seru, di malam PG HUT RI ini juga terdapat pemilihan miss HUT RI Darunnajah Cipining. ”Tujuan di adakan pemilihan miss ini adalah sebagai simbol acara HUT RI kali ini. Kriteria untuk menjadi miss HUT RI ini bukan hanya dilihat dari kecantikannya saja tapi juga di lihat dari busananya, kerapihan dalam berpakain, tutur kata dalam menjawab soal yang diberikan dewan juri, cara jalan yang anggun dan yang terpenting adalah bakatnya dalam belajar dan juga kegiatan” kata Cita Ardiana, ketua panitia.

Peserta miss kali ini adalah kelas X MA perwakilan dari masing-masing kelompok. Kelompok 1 diwakili oleh Hayu Susanti dengan busana betawi. Kelompok 2 dengan utusan Nur Rafidah berbusana khas Jambi. Kkelompok 3 oleh Zakiatunnisa dengan busana ala Yogyakarta.Kelompok 4 , Awaliah juga mengenakan busana Yogya karta. Kelompok 5 oleh Aisyah denga busana Jawanya. Kelompok 6 diwakili oleh Yuningsih dengan busana Sunda. Kelompok 7 adalah Wika al-Haq dengan busana asalnya yaitu Betawi. Kelompok 8 , Noviana Anggraini dengan busana betawi juga. Kelompok 9 oleh Nihlah Ayu dengan busana Bantennya, dan kelompok 10 diwakili oleh Mailatussalika dengan busana Jawa.
Pertanyaan demi pertanyaan oleh dewan juri yang terdiri dari Ustadah Rukoyah dan Ustadah Ela Hulasoh menjadi sesi paling seru dan menentukan. Usai penjurian, maka Mailatussalikah perwakilan dari kelompok 10 dinobatkan sebagai miss HUT RI 2009 kali ini dengan busana Jawanya yang anggun serta mempesonakan dewan juri dan penonton. “Semoga acara ini dapat meningkatkan semangat santri untuk mengenal budaya Indonesia” kata Fahrunnisa salah satu santriwati kelas IX MTs.




