Parung dan Kemang adalah dua kecamatan di Kabupaten Bogor yang posisinya sangat dekat dengan pesantren di Bogor Barat. Kalau keluarga dari Jakarta atau Tangerang butuh satu sampai dua jam untuk sampai, keluarga di Parung dan Kemang bisa sampai dalam waktu yang jauh lebih singkat — dan itu mengubah segalanya soal bagaimana mereka melihat pesantren sebagai pilihan pendidikan.
Dari Parung dan Kemang, berapa lama ke pesantren?
Dari Parung, perjalanan ke pesantren di dataran tinggi Bogor Barat hanya butuh sekitar tiga puluh sampai empat puluh menit. Rutenya lurus ke barat lewat Leuwiliang. Jalan yang dilalui sudah jalan provinsi yang lebar dan kondisinya baik. Tidak ada tol. Tidak ada lampu merah yang berarti.
Dari Kemang yang letaknya sedikit di selatan Parung, tambahkan sekitar sepuluh menit. Total tetap di bawah lima puluh menit — menjadikan Kemang salah satu titik terdekat ke pesantren di seluruh Jabodetabek.
Tiga puluh menit. Itu waktu yang biasa dihabiskan untuk antar-jemput anak sekolah di pagi yang macet. Tapi dari Parung, tiga puluh menit itu cukup untuk sampai di pesantren yang udaranya sejuk di atas bukit — tempat di mana banyak santri tinggal dan belajar setiap hari.
Kenapa kedekatan ini jarang disadari?
Banyak keluarga di Parung dan Kemang yang tidak tahu bahwa pesantren berkualitas ada sedekat ini. Alasannya sederhana: kalau ditanya pesantren di Bogor, yang terlintas biasanya pesantren-pesantren di Kota Bogor atau di Ciawi — yang jaraknya justru lebih jauh dari Parung.
Pesantren di Bogor Barat memang tidak di jalan utama Bogor. Letaknya di jalur yang lebih ke barat — lewat Leuwiliang. Dan jalur itu justru yang langsung terhubung dengan Parung. Jadi secara geografis, Parung adalah gerbang alami menuju pesantren ini.
Keluarga di Parung yang sudah tahu biasanya memberitahu tetangga dan rekan. Dari situlah informasi menyebar — pelan tapi pasti.
Apa yang ada di pesantren itu?
Di dataran tinggi Bogor Barat, ada pesantren yang sudah mendidik santri lebih dari tiga dekade. Udaranya lebih sejuk dari Parung karena ketinggiannya yang lebih tinggi. Lingkungannya hijau dan luas.
banyak santri belajar ilmu agama dan umum secara terpadu. Bahasa Arab dan Inggris jadi bahasa harian. Kampus putra putri terpisah total. Fasilitas lengkap. Wali kamar mendampingi sepanjang hari. Ijazah diakui Kemenag dan Kemendikbud.
Masih banyak yang dikembangkan. Tidak sempurna. Tapi bagi keluarga yang jaraknya hanya tiga puluh menit, melihat langsung adalah hal yang sangat mudah dilakukan.
Apa artinya bagi keluarga di Parung dan Kemang?
Artinya pesantren bukan lagi sesuatu yang jauh. Bukan sesuatu yang butuh perjalanan berjam-jam atau menginap. Dari Parung, kita bisa besuk anak di pagi hari dan pulang sebelum makan siang. Kita bisa survei di sela kesibukan tanpa harus mengambil cuti.
Kedekatan jarak juga memberi rasa aman. Anak tahu orang tuanya tidak jauh. Dan orang tua tahu bahwa kalau ada apa-apa, mereka bisa sampai dalam waktu singkat. Itu hal yang tidak bisa diabaikan — terutama di tahun-tahun awal mondok.
Mau lihat sendiri?
Darunnajah 2 Cipining terletak di Bogor Barat. Dari Parung, hanya tiga puluh menit lewat Leuwiliang. Dari Kemang, empat puluh menit.
Hubungi WhatsApp 0812111180 untuk bertanya atau merencanakan kunjungan. Tidak ada kewajiban — cukup tanya.