Pintu tol Parung adalah salah satu akses yang menghubungkan area Depok dan Jakarta Selatan dengan koridor Bogor Barat. Bagi keluarga yang tinggal di sekitar jalur ini — baik di Sawangan, Cinere, Ciputat, atau bahkan Lebak Bulus lewat Tol Desari — Parung menjadi pintu gerbang menuju pesantren di dataran tinggi Bogor yang jaraknya mungkin lebih dekat dari yang pernah dibayangkan.
Kenapa Parung jadi titik kunci menuju pesantren?
Parung terletak persis di titik di mana area urban Depok berakhir dan koridor pedesaan Bogor Barat dimulai. Dari Parung, jalur ke barat menuju Leuwiliang dan Bogor Barat sudah sepenuhnya jalan provinsi yang lebar, tenang, dan bebas dari kemacetan kota.
Artinya, begitu sampai di Parung — dari mana pun asal keberangkatan — sisa perjalanan ke pesantren tinggal tiga puluh sampai empat puluh menit. Itu waktu yang sangat singkat dan sangat nyaman karena suasana jalannya sudah pedesaan.
Dari Sawangan ke Parung: sepuluh menit. Dari Cinere ke Parung: dua puluh menit. Dari Ciputat ke Parung lewat Sawangan: dua puluh lima menit. Dari Lebak Bulus ke Parung lewat Tol Desari: dua puluh menit. Dari Depok Kota ke Parung lewat Sawangan: dua puluh lima menit.
Setelah di Parung, semua rute menyatu. Lurus ke barat. Melewati Leuwiliang. Sampai di Bogor Barat. Pesantren sudah di depan mata.
Bagaimana kondisi jalan dari Parung ke pesantren?
Dari Parung ke Leuwiliang, jalannya adalah jalan provinsi yang sudah dua jalur dan beraspal baik. Lalu lintasnya jarang padat — yang lewat kebanyakan motor, mobil pribadi, dan kendaraan ringan. Truk besar hampir tidak ada di jalur ini.
Pemandangan di sepanjang jalan ini selalu jadi kejutan bagi yang pertama kali lewat. Sawah terhampar di kedua sisi. Pepohonan rindang di pinggir jalan. Dan udara perlahan berubah — lebih segar, lebih ringan — seiring ketinggian yang bertambah secara gradual.
Setelah Leuwiliang, kita belok ke arah Bogor Barat. Jalan di ruas ini sedikit lebih kecil tapi kondisinya tetap baik. Dan begitu masuk area pesantren, perbedaan langsung terasa: udara dingin, pemandangan bukit hijau, dan keheningan yang sangat kontras dengan apa pun di Parung, Depok, atau Jakarta.
Untuk siapa rute ini paling cocok?
Rute lewat Parung paling efisien untuk keluarga yang berangkat dari sisi selatan dan barat daya Jakarta — termasuk Depok, Ciputat, Sawangan, Cinere, dan Lebak Bulus. Dari titik-titik ini, Parung bisa dijangkau dalam waktu singkat tanpa harus masuk tol.
Bagi yang berangkat dari Jakarta Selatan lewat Tol Desari, Parung juga jadi titik keluar yang logis. Keluar tol di Sawangan, lalu lima menit ke Parung. Rute ini relatif baru dan masih sepi — jadi sangat nyaman.
Bagi keluarga dari Tangerang Selatan yang lewat Ciputat, Parung juga terjangkau. Lewat Sawangan dari Ciputat tidak jauh, dan setelah sampai di Parung, sisa perjalanan sudah sangat pendek.
Pesantren yang dimaksud ada di mana?
Tiga puluh menit dari Parung ke barat. Di dataran tinggi Bogor Barat. Pesantren yang sudah berdiri lebih dari tiga dekade. banyak santri belajar ilmu agama dan umum terpadu. Bahasa Arab dan Inggris jadi bahasa harian. Kampus putra putri terpisah. Fasilitas lengkap. Wali kamar mendampingi sepanjang hari. Ijazah diakui Kemenag dan Kemendikbud.
Masih banyak yang dikembangkan. Tidak sempurna. Tapi aksesnya lewat Parung menjadikan pesantren ini sangat terjangkau bagi keluarga dari Depok dan Jakarta Selatan.
Mau lihat langsung?
Darunnajah 2 Cipining terletak di Bogor Barat — tiga puluh menit dari Parung lewat Leuwiliang. Dari Depok dan Jakarta Selatan, Parung bisa dijangkau dalam sepuluh sampai dua puluh lima menit.
Hubungi WhatsApp 0812111180 untuk bertanya atau merencanakan kunjungan. Tidak ada kewajiban — cukup tanya.