Keluarga di Tangerang Selatan yang sedang mempertimbangkan pesantren di Bogor Barat biasanya langsung bertanya dua hal. Pertama, berapa lama. Kedua, lewat mana. Dan begitu tahu ada dua jalur utama — lewat Parung tanpa tol atau lewat Serpong pakai tol — pertanyaan lanjutannya hampir pasti: mana yang lebih baik?
Apa bedanya dua rute ini?
Dua jalur dari Tangerang Selatan ke pesantren di Bogor Barat, punya karakter yang sangat berbeda meskipun berujung di tempat yang sama.
Jalur pertama lewat Parung. Ini jalur non-tol yang melewati Sawangan, Parung, Leuwiliang, lalu Bogor Barat. Jalannya sebagian besar sudah bagus, melewati area pedesaan, dan tidak ada biaya tol. Cocok untuk keluarga yang berangkat dari Pamulang, Ciputat, atau area selatan Tangerang Selatan.
Jalur kedua lewat tol. Dari Tangerang Selatan, masuk Tol JORR menuju BSD atau Serpong, keluar di area Serpong, lalu lewat jalan raya ke Parung Panjang dan Bogor Barat. Cocok untuk keluarga dari Bintaro, Pondok Aren, atau area yang dekat akses tol.
Keduanya butuh waktu sekitar satu jam — tapi pengalaman di jalannya cukup berbeda.
Kapan jalur Parung lebih tepat?
Jalur Parung unggul dalam beberapa situasi. Pertama, kalau kita berangkat dari area selatan Tangerang Selatan — seperti Pamulang, Ciputat, atau Sawangan. Dari titik-titik ini, jalur Parung adalah jalur paling lurus tanpa harus memutar ke utara dulu.
Kedua, kalau ingin menghindari biaya tol. Jalur Parung sepenuhnya gratis. Tidak ada pintu tol, tidak ada e-toll yang harus di-tap. Bagi keluarga yang sering bolak-balik untuk menjenguk anak, penghematan biaya tol bisa cukup terasa dalam jangka panjang.
Ketiga, kalau berangkat di akhir pekan pagi hari. Di jam itu, jalur Sawangan dan Parung biasanya sangat lengang. Perjalanan terasa ringan dan pemandangannya menyenangkan — persawahan di kedua sisi jalan, angin yang mulai terasa sejuk, dan suasana pedesaan yang tenang.
Kekurangannya: ada beberapa ruas di area Sawangan yang agak sempit kalau berpapasan dengan truk. Dan di hari kerja jam tujuh sampai delapan pagi, ada kepadatan ringan di sekitar pasar Sawangan. Tapi setelah melewati titik itu, jalan langsung lapang.
Kapan jalur tol lebih tepat?
Jalur tol lebih masuk akal kalau titik keberangkatan sudah dekat dengan akses tol — seperti Bintaro, Pondok Aren, atau BSD. Dari titik-titik ini, masuk tol dan keluar di Serpong hanya butuh sepuluh sampai lima belas menit. Setelah itu lanjut ke Parung Panjang lewat jalan raya biasa.
Jalur tol juga lebih konsisten waktunya. Di tol, kita tidak perlu khawatir soal kepadatan lokal, pasar, atau jalan sempit. Semuanya terprediksi. Itu penting bagi keluarga yang punya jadwal ketat dan ingin memastikan sampai di pesantren tepat waktu.
Satu lagi, jalur tol biasanya lebih nyaman untuk yang membawa kendaraan besar atau membawa banyak barang — misalnya saat pertama kali mengantar anak mondok dengan koper dan perlengkapan lengkap.
Kekurangannya: ada biaya tol. Dan di jam sibuk pagi hari kerja, akses masuk tol dari beberapa titik di Bintaro bisa agak padat. Tapi di akhir pekan, tol biasanya lancar.
Bisa tidak kombinasi dua jalur?
Bisa, dan banyak keluarga yang melakukan ini. Pergi lewat tol — karena lebih cepat dan ingin sampai pagi. Pulang lewat Parung — karena lebih santai, tidak buru-buru, dan pemandangannya lebih enak dinikmati di sore hari.
Kombinasi ini juga praktis kalau kita berangkat dari Bintaro lewat tol ke Serpong, lalu pulangnya lewat Parung ke Ciputat — sehingga bisa sekaligus mampir ke suatu tempat di rute Sawangan atau Cinere.
Atau sebaliknya: pergi lewat Parung karena berangkat dari Pamulang, lalu pulangnya lewat Serpong dan tol karena ingin mampir ke BSD dulu. Fleksibilitas ini yang membuat keluarga di Tangerang Selatan punya banyak pilihan.
Jadi mana yang lebih baik?
Jawabannya tergantung dari mana kita berangkat dan apa yang menjadi prioritas. Tidak ada satu jalur yang selalu lebih baik dari yang lain. Keduanya bisa ditempuh dalam waktu yang kurang lebih sama, dan keduanya berakhir di tempat yang sama — dataran tinggi Bogor Barat, di mana ada pesantren yang sudah mendidik banyak santri selama lebih dari tiga dekade.
Pesantren itu memadukan pendidikan agama dan umum secara terpadu, dengan bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa harian. Kampus putra dan putri terpisah sepenuhnya. Fasilitasnya lengkap dari masjid sampai kolam renang. Ijazah diakui Kemenag dan Kemendikbud.
Tentu tidak sempurna. Masih banyak yang terus dikembangkan. Tapi yang sudah ada — termasuk kenyataan bahwa pesantren ini bisa dijangkau dari Tangerang Selatan lewat dua jalur berbeda dalam waktu satu jam — itu sudah cukup menjadi alasan untuk paling tidak datang dan melihat sendiri.
Mau coba salah satu rutenya?
Darunnajah 2 Cipining terletak di Bogor Barat. Dari Tangerang Selatan, bisa lewat Parung tanpa tol atau lewat Tol JORR ke Serpong lalu Parung Panjang — keduanya sekitar satu jam.
Hubungi WhatsApp 0812111180 untuk bertanya atau merencanakan kunjungan. Tim pendaftaran siap menjawab — tanpa tekanan, tanpa kewajiban.