Pesantren untuk Anak yang Tidak Suka Olahraga dan Apakah Dia Tetap Bisa Menyesuaikan

Tidak semua anak suka olahraga. Ada yang lebih tertarik membaca, menggambar, atau sekadar duduk diam menikmati waktu sendiri. Kalau anak seperti ini mondok di pesantren yang jadwalnya termasuk olahraga rutin, apakah dia akan baik-baik saja?

Apakah semua santri harus ikut olahraga?

Di kebanyakan pesantren, olahraga sore adalah kegiatan rutin yang diikuti seluruh santri. Tapi ini biasanya bukan olahraga kompetitif — lebih ke aktivitas fisik yang bisa dilakukan bersama. Jalan kaki, lari ringan, atau sekadar bermain di lapangan. Anak tidak harus jago olahraga — yang diminta hanya ikut bergerak.

Di samping itu, pesantren biasanya punya banyak pilihan ekstrakurikuler di luar olahraga — kaligrafi, jurnalistik, teater, desain grafis, nasyid, dan lainnya. Anak yang tidak tertarik olahraga bisa menyalurkan minatnya di kegiatan lain yang lebih sesuai.

Tapi jujur saja — di pesantren, aktivitas fisik tidak bisa dihindari sepenuhnya. Jalan kaki dari asrama ke masjid, ke kelas, ke kantin — itu sudah aktivitas fisik harian. Anak yang sangat anti bergerak mungkin butuh penyesuaian di awal.

Salah satu pesantren di Bogor

Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining punya olahraga rutin dan juga puluhan pilihan ekstrakurikuler non-olahraga. Anak yang tidak suka olahraga tetap punya ruang untuk berkembang. Tapi aktivitas fisik dasar tetap bagian dari kehidupan pesantren — dan itu mungkin justru baik untuk kesehatannya. Hubungi lewat WhatsApp 0812111180.