Ada pesantren yang hanya menerima santri putra. Ada yang menerima putra dan putri tapi di kampus yang terpisah. Dan ada juga yang menggabungkan keduanya dalam satu lingkungan dengan pembatasan tertentu. Untuk anak laki-laki, pilihan ini bisa berpengaruh pada pengalaman mondoknya — meskipun tentu bukan satu-satunya faktor yang menentukan.
Apa bedanya pesantren putra dan pesantren campuran?
Pesantren khusus putra berarti seluruh santrinya laki-laki. Semua kegiatan — belajar, olahraga, ibadah, organisasi — dilakukan oleh dan untuk santri putra saja. Lingkungannya cenderung lebih bebas dalam hal interaksi karena tidak ada kekhawatiran soal pergaulan campuran.
Pesantren campuran — yang biasanya memisahkan kampus putra dan putri — punya dinamika yang sedikit berbeda. Meskipun secara fisik terpisah, ada momen-momen tertentu di mana interaksi bisa terjadi — misalnya saat acara besar pesantren. Sistem pemisahannya bervariasi antar pesantren — ada yang sangat ketat, ada yang lebih longgar.
Mana yang lebih baik untuk anak laki-laki? Tidak ada jawaban universal. Ada anak yang justru lebih fokus di lingkungan khusus putra karena tidak ada distraksi. Ada juga yang merasa pesantren campuran dengan kampus terpisah memberikan keseimbangan yang cukup — terpisah tapi tetap dalam satu lembaga.
Apa yang perlu dipertimbangkan?
Pertimbangkan karakter anak. Pertimbangkan usia — di usia remaja, kebutuhan akan lingkungan yang terjaga mungkin lebih terasa. Dan pertimbangkan sistem pemisahan yang diterapkan pesantren — seberapa ketat, bagaimana pelaksanaannya, dan bagaimana pengawasannya.
Jangan ragu bertanya langsung saat survei. Ini pertanyaan yang sangat wajar dan pesantren yang transparan tidak akan keberatan menjawabnya.
Salah satu pesantren di Bogor
Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining menerapkan sistem kampus putra dan putri yang terpisah. Detail pemisahannya bisa dilihat langsung saat berkunjung. Kami terbuka untuk menjelaskan sistemnya secara transparan.
Kalau ingin bertanya, silakan hubungi lewat WhatsApp 0812111180.