Pesantren Dekat Pamulang yang Aksesnya Lewat Jalan Raya Parung

Jalan Raya Parung mungkin bukan jalan yang terlintas pertama kali kalau bicara soal akses ke pesantren. Tapi bagi keluarga di Pamulang dan sekitarnya, jalan ini ternyata membuka jalur langsung ke sebuah pesantren di Bogor Barat — tanpa harus berputar lewat tol atau menembus kemacetan kota besar.

Bagaimana Jalan Raya Parung menghubungkan Pamulang dengan pesantren di Bogor?

Dari Pamulang, Jalan Raya Parung bisa diakses lewat beberapa titik. Yang paling umum adalah lewat Sawangan — dari Pamulang bergerak ke arah selatan menuju Sawangan, lalu masuk ke jalur Parung. Perjalanan dari Pamulang ke Parung sendiri hanya sekitar dua puluh sampai tiga puluh menit.

Setelah sampai di Parung, jalanan mulai berubah. Kita meninggalkan area yang relatif padat dan masuk ke jalan provinsi yang mengarah ke barat — menuju Leuwiliang. Jalan ini sudah lebar, dua jalur, dan kondisinya baik. Di kiri-kanan terhampar persawahan dan perkampungan yang tenang.

Dari Leuwiliang, tinggal belok sedikit ke arah Bogor Barat — dan pesantren sudah dekat. Total perjalanan dari Pamulang lewat Jalan Raya Parung sampai ke pesantren sekitar satu jam. Itu kalau jalan normal, di luar jam sibuk pagi.

Kenapa jalur Parung lebih masuk akal dibanding rute lain?

Ada beberapa alasan kenapa jalur ini jadi favorit keluarga dari Pamulang.

Yang pertama, tidak ada tol. Itu berarti tidak ada biaya tambahan untuk perjalanan, dan yang lebih penting — tidak ada ketergantungan pada kondisi tol yang kadang macet di titik-titik tertentu. Jalur Parung sepenuhnya jalan non-tol yang bisa diprediksi waktu tempuhnya.

Yang kedua, jalurnya searah alami dari Pamulang. Kita tinggal bergerak ke selatan sedikit, lalu ke barat. Tidak ada momen di mana kita harus melawan arus atau memutar ke arah yang berlawanan. Semuanya terasa mengalir.

Yang ketiga, pemandangannya. Ini mungkin terdengar sepele, tapi bagi keluarga yang mengajak anak survei — perjalanan lewat Parung dan Leuwiliang itu sendiri sudah jadi pengalaman. Anak-anak yang terbiasa melihat perumahan dan mall setiap hari akan terkejut melihat hamparan sawah dan perbukitan hijau. Kadang itu jadi topik obrolan yang tidak habis-habis sampai tujuan.

Apakah jalur ini aman dan nyaman?

Secara umum, jalur Parung ke Leuwiliang termasuk jalan yang aman untuk dilalui. Jalannya lebar, beraspal mulus, dan sebagian besar ruas punya marka jalan yang jelas. Di sepanjang jalur ada beberapa SPBU dan warung makan kalau perlu berhenti sebentar.

Di malam hari, penerangan jalan memang tidak sepadat jalanan kota. Jadi kalau berencana pulang malam, lebih baik siapkan kendaraan yang lampunya terang. Tapi untuk survei atau kunjungan siang hari, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Jalur ini juga tidak dilalui truk-truk besar seperti jalur Ciawi atau Puncak. Kendaraan yang lewat kebanyakan motor, mobil pribadi, dan angkutan pedesaan. Itu membuat suasana berkendara jauh lebih tenang dan tidak menegangkan.

Apa yang menunggu di akhir perjalanan?

Di ujung jalur Parung-Leuwiliang-Bogor Barat, ada pesantren yang sudah berdiri lebih dari tiga dekade di atas dataran tinggi. banyak santri menjalani pendidikan di sana — belajar ilmu agama dan umum secara terpadu, bicara bahasa Arab dan Inggris setiap hari, dan tumbuh di lingkungan yang jauh berbeda dari Pamulang.

Udaranya sejuk. Lingkungannya hijau. Kampus putra dan putri terpisah total. Fasilitas lengkap dari masjid, asrama, laboratorium, perpustakaan, sampai kolam renang dan klinik kesehatan. Wali kamar mendampingi santri sepanjang hari.

Ijazahnya diakui Kemenag dan Kemendikbud. Lulusan bisa daftar PTN tanpa hambatan.

Tentu pesantren ini tidak lepas dari kekurangan. Ada yang masih dalam proses pengembangan. Ada yang perlu ditingkatkan. Kita tidak mau menutupi itu karena kejujuran lebih penting dari kesan yang sempurna.

Bagaimana keluarga Pamulang biasanya memulai?

Kebanyakan mulai dari survei singkat di akhir pekan. Berangkat dari Pamulang setelah subuh atau sekitar jam tujuh pagi, lewat Sawangan masuk jalur Parung, dan sampai di pesantren sebelum jam sembilan. Dari sana, mereka punya waktu sampai sore untuk melihat-lihat, bertanya, dan merasakan suasananya.

Pesantren ini terbuka untuk kunjungan tanpa harus membuat janji berminggu-minggu sebelumnya. Datang saja di jam yang sudah ditentukan. Bicara langsung dengan pihak pengasuhan. Lihat sendiri bagaimana santri menjalani hari.

Kadang yang mengubah keputusan bukan informasi tambahan — tapi perasaan yang muncul saat berada di sana. Udara yang langsung terasa beda. Santri yang menyapa dengan bahasa asing. Suasana yang tenang tapi hidup. Itu semua tidak bisa disampaikan lewat website atau telepon.

Mau tahu lebih banyak?

Darunnajah 2 Cipining terletak di Bogor Barat. Dari Pamulang, aksesnya lewat Jalan Raya Parung menuju Leuwiliang — sekitar satu jam perjalanan tanpa tol.

Hubungi WhatsApp 0812111180 untuk bertanya soal pendaftaran, biaya, atau merencanakan kunjungan. Tidak perlu formal. Cukup kirim pesan, dan tim pendaftaran akan merespons.