Pada Agenda Khutbatul ‘Arsy Jelang Liburan Semester Ganjil, hari Kamis 18 Desember 2014, Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining menyampaikan Tausyiahnya dihadapan sejumlah 2.082 santrinya. Pada saat itu juga ikut hadir para kepala Sekolah, Kepala Biro, Para Wali Kelas dan Guru-guru Pesantren Darunnajah.
Khutbatul ‘Arsy merupakan salah satu rangkaian agenda Panitia Ujian dan agenda Pesantren yang dilaksanakan secara rutin setiap akhir semester. Tempat dilaksanakan agenda besar ini adalah Aula Kampus 3. Acara dimulai sejak Pkl 9.00 sampai waktu Dzuhur tiba, setelah Ujian materi Imla’ yang merupakan materi terakhir yang di ujikan, seluruh santri langsung menuju Aula Kampus 3.
Di awal Tausyiahnya, Pak Kyai Jamhari Abdul Jalal, Lc menyampaikan bahwa Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan. Pepatah mengatakan “Ilmu yang tidak di amalkan, bagaikan pohon yang tidak berbuah” demikian seperti yang terdapat dalam pelajaran Mahfudzat di tingkat MTs. Maka dari itu, seluruh santri Darunnajah Cipining, pada saat liburan nanti agar menghidupkan kebiasan-kebiasaan positif di Rumah dan lingkungannya masing-masing, dengan amalan-amalan dan kegiatan yang biasa dilakukan di Pesantren.
Secara umum, apa yang disampaikan Pak Kyai adalah “Praktekkan Ilmu yang di dapatkan di Pesantren”. Namun secara terperinci, diantara nasehat-nasehat Pak Kyai pada saat Khutbatul ‘Arsy kali ini adalah sebagai berikut;
1. Hidupkan Masjid di Lingkunganmu
Shalat Jamaah di masjid adalah sebuah kewajiban bagi Kaum Laki-laki. Sayang sekali jika jauh-jauh belajar ke Pesantren, sementara di rumah tidak mau Shalat Berjamaah di masjid. Silahkan ajak teman-teman seumur, dan adik2 kelas untuk Shalat di Masjid.
2. Bantu Orangtua
Jika di Pesantren, kaian dibangunkan oleh Kakak Kelasmu dan Wali kamar, maka di Rumah kalianlah yang membangunkan orangtua dan adik-adikmu untuk melaksanakan Shalat Shubuh. Jangan sebaliknya, mentang-mentang liburan, ibadah pun libur. Untuk para santri putri, bantu ibu di rumah, ringankan pekerjaan rumahnya dengan membantunya. Jangan sampai ibu jadi tambah capek dengan kepulangan kalaian.
3. Hidupkan Silaturahmi
Nabi Muhammad SAW bersabda; “Barangsiapa yang ingin diluaskan Rizqinya dan dipanjangkan umurnyaa maka sambunglah tali persaudaraan (Silaturrahim)” demikiana kira-kira Nabi dalam sabdanya. Dengan bersilaturaim, kita akan mengetahui sesuatu yang belum kita dengar. Orang yang menutup diri, ia akan merugi, pengetahuannya akan terbatas. Maka mumpung di rumah, sempatkan kalian berkunjung ke family dari Ayah maupun dari pihak Ibu. Mohon nasehat dari mereka, dan tentunya mereka pun rindu cerita pengalaman kalian selama di Pesantren bagaimana.
4. Ucapkan Salam dan Tegur Sapa saat bertemu
Bukan hanya dalam beribadah saja yang perlu di praktekkan, dalam pergaulan pun harus demikian. Ucapkan salam jika bertemu, jabat tangan atau cium tangan pada orang yang lebih tua dari kita. Ketika bertemu, budayakan menyapa, jangan sampai santri dianggap sombong karena lewat didepan orang banyak tapi tidak menyapa atau memberikan salam kepada mereka.
5. Peliharalah kejujuran
Kejujuran sungguh amat mahal harganya, dan sifat ini sudah mulai menjadi barang yang langka. Maka dimanapun kalian berada, bahkan ketika tidak ada seseorangpun yang melihat kalian, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. Jujurlah apa adanya, Jujurlah didalam Kebenaran, Peliharalah Kejujuran dan Jauhilah sifat Kebohongan, karena bohong adalah pangkal dari segala dosa.
Demikian itulah apa yang disampaikan oleh Pimpinan Pesantren didalam Khutbatul ‘Arsy ini. Setelah Pak Kyai menyampaikan pesan-pesan dan nasehatnya, maka kemudian seluruh santri melaksanakan Shalat Dzuhur Berjamaah di Masjid Jamik Darunnajah Cipining. [WARDAN/@abuadara]