Pertemuan Ulama dan Habaib Resmi Dibuka

Jakarta/DN.Com Gelaran pertemuan para ulama, Habaib dan tokoh se-Indonesia Resmi dibuka pada hari Rabu, 25 Juni 2008 pukul 14.00 Wib. Dihadiri oleh ketua MUI yang memberikan catatan tentang pentingnya sebuah persatuan dalam ideologi dan pemikiran para peserta tak henti-hentinya mengumandangkan takbir tanda semangat yang menyala-nyala.

Pada hari pertama pertemuan, para peserta di berikan bahasan penjajahan dalam berbagai bidang yang berkaitan langsung dengan kehidupan umat. materi pertama yang berlangsung setelah pembukaan hingga waktu ashar, membahas bagaimana antek-antek asing menggerogoti dan menjajah ekonomi bangsa, "lihat saja dalam urusan kelistrikan, kita di kenakan 4 kali pajak bagaimana itu tidak membuat harganya melambung tinggi" ujar nara sumber disambut desahan gregetan peserta.

Disesi selanjutnya para peserta di ajak berdiskusi dengan bapak taufik ismail, bapak amran seorang wartawan senior gatra, dan bapak atho mundar seputar penjajahan peradaban yang termasuk di dalamnya membahas tentang Ahmadiyah. Bapak Amran yang sore itu banyak menyoroti masalah Ahmadiyah mengatakan, "Anda tahu para ahmadiyah ini di amerika kalo anda baca di newyork times sedang kelimpangan karena mereka tadinya mau mendirikan sebuah kompleks yang tadinya akan mereka bangun sebagai tempat central bagi syiar ahmadiyah di amerika lalu tidak bisa karena masyarakat sekitar menolak dan pemerintah amerika tidak mau membantu, tapi lihat kedubes amerika di indonesia begitu giatnya mengunjungi orang-orang ahmdiyah itu dan membela mereka, aneh kah? coba anda fikir?" jelasnya.

acara berlangsung hingga pukul 22.30 malam untuk selanjutnya para peserta beristirahat untuk mengikuti agenda esok harinya.