Pertemuan FUI Resmi Di Tutup

Jakarta/DN.Com Malam puncak pertemuan FUI di Darunnajah berlangsung pada hari kamis 26 Juni 2008. Pada acara puncak itu hadir 3 tokoh yang berbicara sebagai penambah bahasan yang telah lalu.

Bapak Fadhli jhon yang pada malam itu berbicara mengenai segala bentuk penjajahan asing di indonesia mengatakan "bapak-bapak liat bahwa hasil bumi kita sekarang tidak di makan oleh rakyat melainkan memperkaya asing saja. Minyak bumi contohnya dulu ketika masih dikuasai oleh pertamina hasilnya itu masuk ke APBN dan kembali ke rakyat, kalau sekarang hilang uang hasil minyak itu dibawa ke luar negeri"tandasnya.

"dalam bidang telekomukasi saja kita juga di jajah asing bapak-bapak, kita semua ini yang ada di indonesia ketika kita menelpon atau sms kita itu sebenarnya sedang memperkaya asing, entah itu malaysia dengan XLnya, atau singapura dengan telkomselnya"paparnya lagi.

Bapak Sumargono sebagai seorang pejuang yang pernah masuk tahanan, menyoroti pentingnya memilih pemimpin yang benar-benar bertaqwa dan benar-benar takut kepada Allah. "Anda lihat bapak seorang menteri di kabinet SBY sekarang itu dulu aktivis bapak, tapi ketika terjadi musibah lapindo di sidoarjo entah kenapa dia malah mencari-cari duku pula"ungkapnya di sambut gelak tawa para hadirin.

"ketika kita melihat para pejabat, banyak kita lihat mereka bagus dalam agama, tapi entah kenapa kok mereka takut untuk berkata benar, bahkan hanya untuk mengatakan tidak ketika rapat" ujarnya lagi dengan berapi-api.

Acara kemudian di tutup dengan beberapa sambutan dari panitia dan Ust Mahrus Amien sebagai tuan rumah.