Konsep Otomatis Konsep Otomatis

Outbond Eco Park Tutup Rangkaian LDK OSADN Masa Bakti 2026–2027

 

Rangkaian terakhir Latihan Dasar Kepemimpinan OSADN masa bakti 2026–2027 digelar di Eco Park Kota Dumai, Selasa, dengan melibatkan santri Organisasi Al-Harokah Darunnajah sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dalam kegiatan outbond pembentukan kebersamaan.

Kegiatan ini diikuti seluruh anggota OSADN sebagai penutup proses kaderisasi kepemimpinan santri, dibimbing langsung pembimbing OSADN Ust Irpan Nurul Huda dan Ustadzah Annisa Istiqamah, dengan tujuan memperkuat bonding, kepercayaan, serta kerja sama tim.

Sejak pagi, santri diarahkan mengikuti serangkain outdoor activities berbasis permainan kelompok yang dirancang untuk menguji komunikasi, kepemimpinan lapangan, dan ketahanan emosional, sekaligus membangun rasa saling percaya dalam suasana alam terbuka.

Konsep Otomatis
Konsep Otomatis

Ust Irpan Nurul Huda menjelaskan bahwa outbond menjadi ruang refleksi nyata bagi santri setelah menerima materi kepemimpinan di kelas. “Di lapangan, karakter asli muncul. Di situlah mereka belajar saling memahami, bukan saling mendominasi,” ujarnya.

Senada, Ustadzah Annisa Istiqmah menegaskan bahwa kegiatan luar ruangan ini menekankan nilai kebersamaan sebagai fondasi organisasi. “OSADN tidak dibangun oleh individu hebat, tetapi oleh tim yang saling menguatkan,” katanya.

Secara filosofis, outbond menjadi simbol bahwa kepemimpinan tidak hanya lahir dari ruang teori, tetapi juga dari pengalaman kolektif yang menuntut empati, kesabaran, dan kepercayaan antaranggota dalam situasi nyata.

Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari ini sekaligus menutup seluruh rangkaian LDK OSADN masa bakti 2026–2027, yang sebelumnya diisi dengan pembekalan nilai kepemimpinan, organisasi, dan tanggung jawab santri.

Konsep Otomatis
Konsep Otomatis

Para guru berharap pengalaman outbond ini menjadi modal awal bagi pengurus OSADN untuk membangun organisasi yang solid, adaptif, dan berorientasi pelayanan, baik di lingkungan pesantren maupun masyarakat.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus dikembangkan sebagai bagian pembinaan karakter santri Darunnajah 2 Cipining, agar kepemimpinan tumbuh dari kebersamaan, bukan sekadar jabatan.