Latihan Dasar Kepemimpinan OSADN Masa Bakti 2026-2027 Sebagai Kawah Candradimuka Santri Darunnajah 12 Dumai

Latihan Dasar Kepemimpinan OSADN Masa Bakti 2026-2027 Sebagai Kawah Candradimuka Santri Darunnajah 12 Dumai

Konsep Otomatis
Konsep Otomatis

 

Pondok Pesantren Al-Harokah Darunnajah 12 Dumai memulai tahun dengan membentuk karakter pemimpin muda. Organisasi Santri Al-Harokah Darunnajah (OSADN) masa bakti 2026-2027 melaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan perdana selama tiga hari. Kegiatan ini resmi dibuka pada Sabtu, 7 Januari 2023, di Ruang BLK  pesantren. Pembukaan dihadiri oleh Wakil Pengasuh, Ustaz Marfu’ Ul Azhari, dan Direktur Pengasuhan Santri, Ustaz Muhammad Shodiq.

Konsep Otomatis

Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan formal. Ia adalah grounding nilai kepemimpinan sejati yang berlandaskan akhlak. Di ruang itu, sebanyak 8 orang santri. Mereka ditempa kesadaran bahwa memimpin adalah amanah, bukan prestise. Nilai ini menjadi fondasi setiap aktivitas organisasi ke depan.

Materi mencakup manajemen organisasi, teknik komunikasi, dan perencanaan strategis. Namun, muatan utamanya adalah pembangunan integritas.

Ustaz Marfu’ Ul Azhari, dalam sambutannya, menekankan filosofi kepemimpinan. “Kepemimpinan sejati dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri,” katanya. Pernyataan ini menjadi benang merah seluruh sesi LDK. Ia menambahkan, seorang pemimpin harus menjadi teladan sebelum memberi perintah.

Ustaz Muhammad Shodiq menyoroti aspek pengasuhan dalam kepemimpinan. “OSADN adalah ujung tombak pembinaan karakter santri sehari-hari,” ujarnya. Menurutnya, efektivitas organisasi diukur dari dampaknya terhadap lingkungan. Bukan dari banyaknya program yang dibuat. Pelatihan ini bertujuan membekali pengurus dengan mental melayani.

Pelatihan ini menjadi pintu gerbang bagi kepengurusan baru. OSADN masa bakti 2026-2027 akan segera menjalankan programnya. LDK diharapkan menjadi pemantik semangat dan pemersatu visi. Keselarasan visi ini penting untuk menggerakkan seluruh santri. Tanpa fondasi kepemimpinan yang kuat, organisasi hanya akan menjadi struktur kosong.

LDK OSADN lebih dari sekadar agenda rutin. Ia adalah investasi jangka panjang pesantren dalam membangun kader. Pemimpin yang lahir dari proses ini diharapkan membawa perubahan nyata. Perubahan yang berangkat dari keteladanan dan ketulusan melayani. Inilah esensi pendidikan kepemimpinan ala pesantren.

Pendaftaran Santri Baru