Belajar di pesantren mana saja adalah sama. Karena lembaga itu merupakan institusi yang menjalankan proses pendidikan untuk seorang anak didik. Di antara yang membedakan pesantren satu dengan yang lainnya adalah: 1) system. 2) manajemen, 3) fasilitas, 4) Sumber Daya Manusia(SDM), 5) lingkungan.
System pesantren terbagi menjadi dua system; system modern dan system salafi. System modern adalah system yang menggunakan cara belajar di kelas. Adapun system salafi menggunakan cara belajar dengan sorogan (guru membaca dan santri mendengarkan).
Manajemen, yakni organisasi yang mengatur seluruh kehidupan santri. Atau manajemen kepesantrenannya.
Fasilitas, merupakan bidang intrakulikuler (akademis) seperti kelas dan laboraturium dan ekstrakulikurel (non-akademis) mencakup di antranya asrama, olahraga, drum band, kursus-kursus kesenian dan keterampilan serta kegiatan santri lainnya.
Sumber daya manusia(SDM) yaitu para pengelola pesantren seperti kiai, pengajar, administrator dan karyawan.
Lingkungan yaitu posisi grafis pesantren itu apakah di perkotaan seperti di Jakarta, atau di daerah seperti di Gontor.
Semua elemen itu besar kemungkinan akan member pengaruh yang dominan terhadap para santri. Untuk itu dalam mempersiapkan diri menjadi santri. kita perlu melihat hal di atas sebagai pertimbangan karena akan menjadi tempat belajar di kemudian hari. Di samping itu, ada hal yang lebih penting dari itu yaitu niat. Apakah niat kita sudah betul-betul mantap memasuki dunia pesantren. Konsekuensi menjadi santri, kita akan dituntut untuk hidup mandiri. Pada saat nanti tinggal di pesantren, segala pekerjaan dituntut untuk dikerjakan sendiiri, tanpa pelayanan orang lain. Dari sini kita dididik untuk menjadi orang yang makin dewasa dan bertanggung jawab.