Perjuangan Santri Cilik Di Ujian Hari Kedua Perjuangan Santri Cilik Di Ujian Hari Kedua

Perjuangan Santri Cilik Di Hari Ujian Kedua

Perjuangan Santri Cilik Di Hari Ujian Kedua

Perjuangan Santri Cilik di Hari Ujian Kedua
Tanya jawab antara guru dan santri cilik untuk mengukur kesiapan mereka dalam menghadapi Ujian di hari kedua

Perjuangan mereka barulah dimulai di hari kedua ini Selasa, 12 Desember 2017.

SD Islam Darunnajah pada hari ini sedang menjalankan ujian hari kedua. Santri cilik SD Islam Darunnajah mepunyai kelebihan kelebihan yang  tidak di miliki oleh siswa siswa lainya. Pada umumnya siswa belajar dirumah dengan bimbingan orang tua tapi mereka belajar mandiri dengan di dampingi oleh pembimbing asrama mereka.

Dalam menghadapi ujian usaha demi usaha dilakukan mereka dalam menghadapi godaan-godaan yang membuat mereka tidak belajar. Menahan diri untuk tidak terlalu banyak bermain adalah hal yang mungkin, buat mereka  suatu hal yang susah ditinggalkan karena seumuran mereka masih ingin  bermain dan bahkan kalau sudah bermain mereka bisa tak kenal waktu, tetapi mereka berbeda dari anak anak yang lain yang salau berusaha dalam menuntut ilmu.

Godaan yang biasa dihadapai oleh semua orang dari anak kecil sampai dewasa ketika belajar  adalah rasa kantuk yang datang tiba tiba, tetapi itu tidak memutuskan semangat mereka dalam belajar. Usaha demi usaha meraka lakukan untuk menghilangkan rasa kantuk, ada yang membasahi kepala sampai basah, meneruskan belajarnya sambil berdiri yang tadinya belajar dengan duduk, bahkan ada yang belajar sambil duduk dan mengantuk.

perjuangan santri cilik dalam menghadapai ujian hari kedua
ilmu itu bagaikan hewan buas yang dapat berlari kemana saja dan tulisan itu bagaikan tali yang dapat mengikat hewan buas tersebut

Makan, belajar, tidur, dan do’a adalah kegiatan yang harus dimaksimalkan untuk menghadapi ujian dan tidak boleh ditinggalkan. Jika salah satu ada yang kurang akan menimbulkan dampak yang tidak baik untuk diri mereka..

Jika makan mereka kurang, penyakit akan mudah menyerang mereka karena makanan menambahkan gizi dan vitamin.

Jika belajar mereka kurang, jawaban yang mereka jawab ketika ujian tidaklah sempurna.

Jika tidur mereka kurang, tenaga yang mereka butuhkan juga akan kurang terutama rasa kantuk akan senantiasa datang.

Jika do’a mereka kurang, semuanya akan sia-sia karena segala sesuatu membutuhkan kerihoan dari Allah SWT.

Untuk memaksimalkan semuanya banyak cara yang mereka lakukan

Makan, mereka biasanya membeli makanan tambahan yang berada di depan Pondok Pesantren Darunnajah atas izin pembimbing untuk menambah gizi mereka.

Belajar, mereka akan datang ke pembimbing atau guru mereka untuk ditanyai, apabila pertanyaan dari pembimbing atau guru belum terjawab semua mereka akan meneruskan belajar mereka

Tidur, mereka akan tidur tepat waktu dan bangun tepat waktu.

Doa’, dalam memaksimal do’a-do’a, mereka menambah do’a-do’a mereka dengan berdo’a setiap sebelum dan sesudah sholat bahkan dari mereka ada yang meminta kepembimbing untuk dibangunkan di waktu sepertiga malam untuk sholat Tahajud dan berdo’a.