Perjuangan Pesantren di Tengah Perkotaan
Pesantren adalah salah satu sistem pendidikan yang mengunakan sistem pendidikan klasik yang ada di Negara Indonesia, sistem pendidikan pesantren muncul sejak Abad Ke 15, dengan berbagai nama disetiap wilayah Indonesia.

Seperti yang ada di Pulau JawaBarat diberi nama ( Pondok ), di Sumatra atau Aceh sering disebut dengan (Dayah), Jawa Timur dan Jawa Tengah ( Pesantren ) sedangkan di Madura disebut juga dengan (Nyantren).
Terlepas dari berbagai nama yang ada disetiap wilayah Indonesia perjalanan pendirian pesantren tidak lepas dari keiklasan para pendirinya untuk menyelamatkan generasi anak bangsa yang tertingal dalam pendidikan agama dan juga ekonomi.
Perjuangan Pesantren Untuk Negara Indonesia

Munculnya sistem pendidikan pesantren di Indonesia bersamaan dengan datangnya para saudagar yang secara khusus menyebarkan Agama Islam di Nusantara, oleh sebab itu peran pondok pesantren untuk Negeri Republik Indonesia ini sama dengan perjuangan islam itu sendiri.
Salah satu perjuangan pesantren untuk Negara Republik Indonesia pada zaman penjajahan colonial sebagai pelopor perubahan social yang bisa merubah pandangan hidup raknyat Indonesia dari segala bentuk kolonialisme di Ibu Pertiwi ini.
Peran Jihat para pendiri pesantren yang bisa membentuk santrinya taat kepada kiyainya dan setiap akan Negaranya menimbulkan semangat yang luar biasa ketika masa penjajahan dan berani untuk berjihat demi membela Bumi Nusantara.
Perjuangan Memadukan Kurikulum Pesantren dan Kurikulum Pemerintah

Kurikulum pesantren pada umumnya ditentukan oleh Yayasan masing – masing tampa aturan dari Dinas Pemerintah, karena disamping mengemukakan pendidikan didalam kelas akan lebih penting bagi pesantren memberikan nilai – niali pendidikan bagi kepribadian santrinya.
Dengan sistem santri berasrama mereka berada dilingkungan pondok 24 jam, para guru harus memikirkan kurikulum yang tepat untuk peserta didiknya.
Baca juga : perjuangan santri dalam menuntut ilmu di pesantren
Maka banyak dari Pondok Pesantren saat ini memadukan sistem pendidikan yang ada dipemerintahan dengan sistem kurikulum yang dibuat oleh pesantren itu sendiri, dengan demikian keseimbangan minat santri terhadap pesantren tidak berkurang dari tahun ke tahunnya.
Perjuangan Mengatur guru – guru

Keberhasilan santri dalam belajar tergantung kedesiplinan guru dalam mendidiknya, jika gurunya tidak displin maka akan bedampak buruk terhadap prestasi santrinya sendiri, disiplin datang tepat waktu, disiplin memberikan materi kepada para santri.
Dilingkungan Pondok pesantren peran seorang guru bukan hanya sekedar menjadi pengajar didalam kelas saja, malainkan juga yang sangat penting sebagai pendidik diluar kelas untuk mengawasi prilaku dan kepribadian para santri.
Maka dibutuhkan disiplin yang kuat dalam hal ini bagaimana cara lembaga mengatur para guru – guru agar tidak meninggalkan lingkungan pesantren sebelum para santri beristirahat dimalam hari. Apalagi di tengah godaan ibu kota yang banyak dunia hiburannya, maka lembaga pesantren akan sangat berperan besar dalam masalah disiplin guru.
Perjuangan Mengatur wali murid

Wali santri adalah salah satu bagian dari pesantren, dukungan dari wali santri untuk membangun sistem pendidikan pesantren juga diperlukan.
Setiap lembaga pesantren pasti membuat aturan dan disiplin berkaitan dengan wali santri, karena tidak semua kegiatan bisa diikuti oleh wali santri, justru akan menghambat berjalannya kegiatan yang ada.
Maka dari pada itu ketentuan dan aturan untuk wali santri itu penting dalam menjaga hubungan baik antara lembaga dengan pesantren, dan ketentuan dan aturan itu bisa diterima dengan baik oleh mereka.
Perjuangan Menegakkan Disiplin Keseharian

“Pendidikan tidak akan berhasil tampa adanya disiplin”
Mungkin kata – kata diatas kita sudah banyak mengetahui, bahwasannya disiplin itu akan membawa keberhasilan.
Pada zaman dahulu para santri masuk kepesantren tidak dengan niat ingin belajar, sehingga kemauannya tinggi akan ilmu pengetahuan, lain dulu lain sekarang dengan berkembangnya zaman, khususnya teknologi yang sekrang berkembang begitu pesat sehingga minat anak akan sangat minim untuk masuk pesantren yang penuh dengan aturan kedisiplinan.
Maka orang tua melakukan segala cara untuk memasukan anaknya ke pesantren, dan terjadilah keingginan orang tua untuk memasukan anaknya kepesantren sedangkan minat anaknya untuk belajar dipesantren sangat minim.
Perjuangan Medisiplinkan Bahasa Arab

“Bahasa adalah mahkota pesantren”
Motovasi ini yang sering dilontarkan oleh pengurus pondok kepada para santri, karena begitu pentingnya bahasa itu, khusunya bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
Jika pondok pesantren terletak di lingkungan yang mendukung maka penegakan bahasa akan mudah dilakukan, namun jika kita lihat keadaan diperkotaan yang anaknya sudah tidak mengunakan bahasa Indonesia yang baik maka mendisiplinkan bahasa butuh perjuangan yang lebih untuk mencapainya.
Mendisiplinkan bahasa butuh lingkungan yang mendukung dari guru dan santri yang menunjang kedesiplinan ini. Yang paling penting lagi menjalankan bahasa jangan ada pengaruh dari luar, maka kehidupan pesantren ditengah kota akan sangat sulit mencari jalan keluar pendisiplinan bahasa.
Perbedaan Perjuangan Pesantren di Lingkungan Kota dan Perdesaan

Perjuangan mendirikan pesantren di Lingkungan kota dan Perdesaan akan sangat berbeda karena factor berikut ini;
- Dukungan Masyarakat
Masyarakat adalah factor terbesar dalam pendirian sistem pendidikan pesantren, masyarakat perdesaan akan sangat mendukung dalam pendirian pondok pesantren dilingkugan sekitarnya.
Apalagi kalau mendirikan pondok pesantren diwilayah pulau jawa, karena keadaan masyarakatnya yang kental dengan pendidikan agama akan sangat mudah diterima lembaga yang menerapkan sistem pendidikan pesantren.
2. Dukungan Pemerintahan Daerah
Tidak bisa kita pungkiri lagi factor kekuasaan akan sangat berpengaruh dalam keberhasilan perjuangan islam, jika pemimpinnya taat dan tau jasa pesantren akan Negara ini maka akan membela hak – hak kepentingan Agamanya.
Jelas begitu pentingnya peran penguasa yang adil untuk teganya kebaikan, dan dengan kekuasan inilah bisa mewujudkan itu semua.
Pesantren yang sukses di lingkungan perkotaan
Perjuangan Pesantren Darunnajah Jakarta

Tidak banyak pondok pesantren yang sukses berjuang di lingkungan perkotaan, lingkungan yang terkenal dengan bermacam – macam orang dari berbagai daerah dan bermacam latar belakang agama.
Maka sistem pendidikan pesantren akan tidak mudah diterapkan, salah satu pesantren yang sukses dalam mempertahankan nilai – nilai kepesantren di Ibu Kota Rebulik Indonesia ini yaitu Pondok Pesantren Jakarta, yang berada di Jalan Ulujami Pesangerahan Jakarta Selatan.
Sejarah singkat berdirinya Pondok Pesantren Darunnajah pada tahun 1942 yang dipelopori oleh 3 orang pendiri yaitu K.H. Abdul Manaf., Mukhayyar ( Alm ), Drs.H. Kamaruzzaman ( Alm ) dan K.H. Drs Mahrus Amin yang sampai saat ini masih menjadi pimpinan Darunnajah.
Sebelum pindah ke Tempat sekarang perjuangan Pesantren Darunnajah yang pertama didirikan oleh K.H Abdul Manaf Mukhayyar yang mempunyai sekolah Madrasah Al – Islamiyah di Petunduan Palmerah pada tahun 1959, tanah tersebut digusur untuk kepentingan komplek olahraga Asian Games yang sekarang dikenal Komplek Olahraga Senayan.
Sampai saat ini 54 tahun berdirinya Darunnajah dengan perjuangan yang tidak mudah dalam mengakkan nilai – nilai pondok kepada para guru dan murid – muridnya. 17 cabang Darunnajah sampai tahun 2017 tersebar diberbagai wilayah Indonesia.
Cabang Pesantren Darunnajah yang dekat dengan Ibu Kota
Pondok Pesantren Putri Al – Hasanah Darunnajah 9 Pamulang

Tercatat 17 cabang pondok pesantren Darunnajah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, salah satu cabang dari Pondok Pesantren Darunnajah yang paling terdekat di Ibu Kota adalah Pondok Pesantren Putri Al – Hasanah Darunnajah 9 Pamulang.
Darunnajah 9 ini adalah cabang ke 9 dari 17 cabang Darunnajah, berdiri sejak 2007 silam, dan baru ditetapkan sebagai pondok putri pertama cabang Darunnajah pada tahun 2014.
Pimpinan Darunnajah 9 Pamulang K.H. Saifuddin Arief., S.H.,M.H, sekaligus ketua Yayasan Darunnajah.
Selain dekat dengan ibu kota Darunnajah 9 Pamulang hanya berjarak 40 Menit perjalan dari Darunnajah Jakarta, yang bertempat di Jl. Apel 2 No 1 Atas Pamulang Estate, Pamulang Timur, Pamulang, Tangerang Selatan – Banten. 20 menit dari Universitas Islam Negri Jakarta ( UIN ) , 10 Menit dari Lapangan Terbang Pondok Cabe, 10 Menit dari Universitas Pamulang.
Informasi Pendaftaran santri baru dibuka mulai bulan Oktober 2017, No Hp. 0816 1135 012 , Ust. Samiyono., M.Pd, 0857 1010 3523 Usth. Nusi Sopiawati, pendaftaran Online : santri.darunnajah.com, Kunjungi website untuk info selanjutnya : www.alhasanah.darunnajah.com.